Tag Archives: Ziarah

Tawassul dan Ziyarah

Salam’alaykum, Saya selalu bersama orang-orang yang melakukan tawassul dan ziarah ke makam para Awliyaullah, kadang-kadang mereka datang ke tempat-tempat keramat agar hajatnya berhasil.  Saya selalu bergabung dengan tawassul mereka, tetapi tidak setuju dengan niat mereka.  Haruskah saya berhenti atau memisahkan diri saya? Jawaban: wa alaykum salam, Ziyarah dan tawassul melalui para shalihiin adalah diperbolehkan.  Jika Anda tidak setuju, maka […]

Continue reading

Adab terhadap Rambut Suci Nabi (s)

Posted on April 26, 2014 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Assalam Alaikum Wa Rehmatullah, Syekh yang terhormat, saya ingin mengajukan pertanyaan yang sangat penting.  Saya telah diberi hadiah berupa sehelai rambut suci Nabi (s), dimasukkan ke dalam sebuah kotak dari relik suci.  Bagaimana cara mengetahui bahwa itu asli atau tidak, dan yang paling penting, bagaimana saya dapat menyimpannya […]

Continue reading

Adab ketika Mengunjungi Maqam atau Mazhar

Posted on February 11, 2014 by Taher Siddiqui  Pertanyaan: Assalamu Alaikum, bagaimana adab mengunjungi maqam seorang awliya?  Dan bagaimana adab mengunjungi makam saudara atau orang tua? Jawaban: wa `alaykum salam, Anda boleh menggunakan Adab ketika Mengunjungi Sayyidina Muhammad (s) di Madina al-Munawwarah dari Buku Naqsybandi Awrad (atau dari link berikut: Pelaksanaan Ziarah) ketika berziarah mengunjungi Awliya, dan tambahkan dengan […]

Continue reading

Adab Ziarah ke Makam Nabi (s)

SYEKH-ISLAM HAFIZ IMAM MUHY AL-DÎN AL-NAWAWÎ AL-SYÂFI‘Î TENTANG ZIARAH Dikutip dari buku Ensiklopedia Akidah Ahlus Sunah: Maulid dan Ziarah ke Makam Nabi (s) oleh Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q)    Imam al-Nawawî menulis dalam al-Îdhâh fî Manâsik al-Hajj:62  Ziarah ke Makam Junjungan Kita Rasulullah saw.   Dalam bab ini akan dibahas tindakan-tindakan yang dianjurkan untuk […]

Continue reading

Tanya Jawab Mengenai Praktik Ibadah Haji

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani 13 Oktober 2011 Zawiya Fenton, Michigan Setelah Salaat al-`Isya T: Ketika melakukan tawaaf, apakah boleh berbicara dengan orang lain atau bersikap seperti biasa? J: Lebih baik tidak bicara, melainkan mengisinya dengan doa dan selawat Nabi (s), memuji Allah (swt), atau membaca Qur’an jika kalian tidak mengetahui doa-doa. Jika kalian tidak bisa […]

Continue reading