Tag Archives: Bay’at

Awraad tanpa Bay’at

Dapatkah saya membaca awraad harian tanpa melakukan bay’at? Jawaban: Ya, wallaahu a`alam. Taher Siddiqui Posted on April 17, 2019 by Taher Siddiqui https://eshaykh.com/sufism/permission-sufism/awraad-without-bayah-2/ Advertisements

Continue reading

Bay`at dan Muraqabah

Assalamoalakum Ya sheikh. Saya adalah murid seorang syekh kemudian setelah beberapa waktu saya mendapat syekh lainnya dan saya menjadi talib, murid dari syekh tersebut dana saya melakukan muraqaba dengan syekh lainnya, apakah saya perlu memberitahu syekh pertama saya? Jawaban: Pertanyaan ini sudah sering ditanyakan oleh banyak orang akhir-akhira ini. Di sini ada dua kesalahan fatal […]

Continue reading

Apa yang harus Dilakukan setelah Mengambil Bay’at

Posted on October 7, 2015 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Mohon jelaskan apa yang harus dilakukan setelah mengambil bay’at.  Mohon doa bagi saya agar kalbu saya senantiasa melakukan zikrullah dan diselimuti Nurullah dan agar Allah menghancurkan ego saya. Amiin.. wasalam   Jawaban: Insya-Allah Mawlana Syekh Hisyam berdoa untuk kemajuan Anda. Mulailah lakukan  awrad harian untuk mubtadi dan lakukan secara konsisten, insya-Allah Anda akan […]

Continue reading

Saya sangat Bingung! (Kafam Çok Karıştı!)

Posted on December 8, 2014 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Selamun aleykum, Yeni rastladım araştırırken. Adnan Efendi var… Hişam Efendi ile kardeş galiba. O, Mehmet Efendi’ye biat ediyorum dedi. Birde Hişam Efendinin mümkünse bahsetmiş olduğunuz o sohbetin (tarikat Şah-i Merdan Hz. Ali’nin elinde) videosu var mı? Kafam çok karıştı. Birde Hişam Efendinin Türkiyede Dergahı var mı? Geliyorsa Türkiye’ye […]

Continue reading

Bay’at setelah Wafatnya Sulthan ul-Awliya

Posted on November 9, 2014 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Saya sangat bingung mengenai Syekh saya yang masih hidup setelah wafatnya Sulthan ul-Auliya.  Saya mengetahui bahwa seorang murid harus berada di bawah bimbingan seorang syekh yang masih hidup.  Jadi apakah saya harus mengambil bay’at kepada Maulana Sheykh Hisyam karena beliau adalah representatif dari Sultan, di mana saya dapat […]

Continue reading

Siapakah Syekh Berikutnya dalam Silsilah Keemasan?

Posted on November 9, 2014 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Assalamu Alaykum. Seperti halnya setiap orang, saya juga merasa sangat sedih atas berpulangnya Mawlana Syekh Nazim (q).  Terlepas dari hal itu saya ingin mengetahui siapakah Syekh yang hidup secara fisik di mana saya dapat berbay’at dan melakukan rabithah.  Siapakah penerus Mawlana sebagai syekh ke-41 dalam Silsilah Keemasan?  Dan […]

Continue reading

Bingung Setelah Wafatnya Mawlana Syekh Nazim (ra)

Posted on October 15, 2014 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Assalaamualykum, 1)  Apakah Syekh Mehmet (ra) merupakan “Kepala” dari Syekh-Syekh Tarekat Naqsybandi Nazimiyyah sejak wafatnya Syekh Nazim (ra)?  Apakah Syekh Mehmet (ra) sekarang merupakan mursyid dari seluruh murid? 2) Apakah hal ini bermakna bahwa Syekh Mehmet (ra) bagian dari Silsilah Keemasan?  Syekh ke-41?  Dapatkah kita membaca namanya setelah […]

Continue reading

Mengambil Bay’at tetapi Tidak Memelihara Janggut

Posted on October 6, 2014 by Staff   Pertanyaan: Bismillahir Rehmanir Rahiim Assalam Alaikum Wa Rehmatullah, Saya ingin bertanya mengapa di dalam tarekat ini banyak orang yang datang dan mengambil bay’at secara online atau secara bertatap muka, tetapi kebanyakan dari mereka tidak berjanggut atau mereka mencukur janggutnya.  Bagaimana keabsahan bay’at mereka? Saya membaca di dalam sebuah buku bahwa […]

Continue reading

Kebingungan setelah Wafatnya Grandsyekh

Posted on August 3, 2014 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Assalamu alaikum Syekh, sebuah pertanyaan penting mengenai tarekat. Sejak Mawlana Syekh Nazim wafat secara fisik, banyak kebingungan di antara murid.  Melalui media sosial saya melihat banyak orang dari Eropa telah berbay’at dengan Syekh Mehmet Adil.  Ada sebuah video di mana Syekh Adnan juga mengambil bay’at dari beliau.  Sementara […]

Continue reading

Konsultasi dengan Mursyid

Posted on July 11, 2014 by Taher Siddiqui   Pertanyaan: Asalam o alaykum wrh wbr Di dalam buku Mercy Oceans Book 2, hal.19 tertulis: Bagi seorang murid yang tawaduk dan mengikuti seorang mursyid, jika ia mengkonsultasikan segala persoalannya kepada mursyidnya itu adalah baik, tetapi ada tiga hal yang harus dikonsultasikan, yaitu: nikah, cerai dan perjalanan jauh. Saya bukan […]

Continue reading