Shalawat selama Salat Fardu

Assalaam Alaikum.

Suatu hal yang menjadi perdebatan di masjid lokal kami adalah bahwa ketika seseorang membaca ayat محمد رسول الله و الذين معه اشده علي الكفار

Kemudian kami mengucapkan SAW….. tetapi setelah salat orang itu berkata bahwa itu tidak benar… meskipun saya pernah mendengar hal serupa di mana seorang Sahabat (r) dikoreksi oleh Nabi (saw) karena beliau mengucapkan Alhamdulillah setelah bersin selama salat… Orang itu mengatakan karena Allah lebih besar daripada Nabi-Nya (saw), jadi tidak benar bila kita mengucapkan shalawat ketika namanya disebutkan selama salat fardu.  Saya ingin mencari klarifikasi mengenai hal ini dari Syekh Gibril Haddad (semoga Allah mencurahkan Kebaikan-Nya kepadamu).  Salam saya untuk Mawlana Syekh Hisyam Kabbani.

 

Jawaban:

Alaykum Salam,

Hadits dalam Sahih Muslim dan dari sumber lain menyebutkan bahwa orang itu dikoreksi karena mengucapkan “yarhamuka Allah” terhadap orang yang bersin, bukannya “al-hamdulillah,” sebagaimana yang Anda katakan tadi.  Mengucapkan al-hamdulillah setelah bersin adalah dianjurkan, bahkan di dalam salat, hal ini dinyatakan oleh Imam al-Nawawi di dalam al-Tibyan.

Kemudian mengenai mengucapkan shalawat Nabi (saw) di dalam salat selama pembacaan oleh Imam, di dalam kitab yang sama, al-Nawawi juga mengindikasikan bahwa hal itu juga diperbolehkan, dengan dasar sebuah jawaban oleh al-Sha`bi bahwa seseorang harus mengucapkan shalawat Nabi (saw) di dalam salat jika ayat “Allah dan para Malaikatnya bershalawat atas Nabi…”  dibacakan.  Ulama kontemporer juga telah menyatakan fatwa yang sama, khususnya jika hal itu tidak menyebabkan halangan untuk mendengar bacaan imam; yakni misalnya dengan suara pelan, atau membacanya di dalam hati, atau dengan niat untuk bershalawat kemudian.  Hal yang sama juga berlaku jika ayat yang dibaca adalah ayat lainnya yang menyebutkan Nabi (saw) secara eksplisit atau ayat yang merujuk padanya, seperti ayat yang dikutip di dalam pertanyaan di atas.

Catatan: jika imam mengucapkan ayat, “Allah dan para Malaikatnya bershalawat atas Nabi …” atau menyebutkan nama Nabi (saw) di dalam khotbah Jumat, maka para pendengar  dapat bershalawat dengan suara keras di dalam Mazhab Syafi’i.

Dan Allah Maha Mengetahui.

Hajj Gibril Haddad

http://eshaykh.com/ibadat-worship/salat-prayer/salawat-during-obligatory-prayer/
Posted on February 22, 2016 by Taher Siddiqui

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: