Siapakah Syekh Berikutnya dalam Silsilah Keemasan?

Posted on November 9, 2014 by Taher Siddiqui

 

Pertanyaan:

Assalamu Alaykum.

Seperti halnya setiap orang, saya juga merasa sangat sedih atas berpulangnya Mawlana Syekh Nazim (q).  Terlepas dari hal itu saya ingin mengetahui siapakah Syekh yang hidup secara fisik di mana saya dapat berbay’at dan melakukan rabithah.  Siapakah penerus Mawlana sebagai syekh ke-41 dalam Silsilah Keemasan?  Dan siapakah khalifah dari syekh baru tersebut?

Terima kasih, wasalam.

 

Jawaban:

wa `alaykum salam,

Sebagaimana yang dikatakan oleh Mawlana Syekh Hisyam, salah satu di antara ketiga khalifah Mawlana Sultan al-Awliya Syekh Nazim Adil al-Haqqani:

 

Rahasia Tarekat Naqsybandi kini berada di Tangan Syah-i-Mardaan

 

Jadi Mawlana Syekh Nazim (q) menyebut Syah-i-Mardaan dan terus menyebut Syah-i-Mardaan, dan beliau berkata, “Aku menarik rahasia Tarekat Naqsybandi dan aku berikan kepadamu (Sayyidina `Ali)!  Ini adalah pekerjaanmu, kau yang akan menanganinya!” sebagaimana Grandsyekh `AbdAllah berkata, “Ketika seorang syekh tarekat meninggal dunia, beliau menyerahkannya kepada Sayyidina `Ali (r) dan Sayyidina al-Mahdi (a).”

 

Jadi sekarang sebagian besar tarekat berada di tangan Sayyidina `Ali (r) dan Sayyidina al-Mahdi (a) kecuali untuk Tarekat Naqsybandi, ia masih terus menetes. Tetapi sebelum meninggal dunia, Mawlana Syekh menyerahkannya ke tangan Syah-i-Mardaan, menyerahkan ke tangannya!  Itu adalah rahasia, yang diberikan kepada Syah-i-Mardaan!  Itu adalah rahasia yang dikirimkan oleh Mawlana Syekh, untuk memahami, apa makna menyebut Syah-i-Mardaan. Rahasia itu tidak dapat diteruskan dalam video klip selama setengah menit!  Rahasia itu telah diteruskan dari Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil (q) kepada Sayyidina al-Mahdi (s) dan kepada Syah-i-Mardaan, tetapi itu memerlukan waktu.

 

Jadi itu adalah menanggung seluruh beban dunia ini dan beban setiap murid di pundak mereka.  Itu adalah proses penyerahan kekuatan dan itu memerlukan waktu.  Jadi Mawlana Syekh menyerahkan kekuatan itu setiap salat Fajar kepada Syah-i-Mardaan, mengatakan, “Aku siap untukkmu,” dan segera setelah beliau mengatakan “Yaa Syah-i-Mardaan!” Sayyidina `Ali (r) muncul dan mengambil dari beliau, mengambil dari beliau.  Mawlana Syekh tidak meninggalkan dunia ini hingga seluruh muridnya, satu demi satu diserahkan kepada Sayyidina `Ali (r) dan kepada Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (r), dari kedua sisi ini, sebelum beliau meninggalkan dunia ini!  Itulah sebabnya mengapa Thariqat an-Naqsybandiyya al-`Aliyya atau Nazimiyya berada di sana sekarang, pada gigi terendah, pada akselerasi terendah hingga Tanda-Tanda Hari Kiamat muncul lebih banyak, hingga munculnya Sayyidina Mahdi (a). Kemudian ia akan dipercepat untuk meliputi seluruh dunia ini dan murid-murid Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil (q) akan menjadi bagaikan bintang-gemintang di gelap malam[2]. Sekarang, ia berjalan lambat; tidak ada Sulthan al-Awliya, tetapi Sulthan al-Awliya yang sekarang adalah Syah-i-Mardaan, sebagaimana Grandsyekh berkata, “Beliau duduk menunggangi unta dan ketika rombongan karavan lewat, mereka melihatnya, dan beliau mengucapkan, ‘Salaam `alaykum,’”  Beliau Syahiid:

بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Tidak, mereka hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. (Surat `Ali Imraan, 3:169)

 

Tentu saja mereka hidup dalam Hadirat Tuhan mereka, mereka disediakan.  Disediakan dengan apa?  Disediakan dengan apa yang ingin mereka berikan kepada Ummat an-Nabi (s) dan para pengikut tarekat; mereka menunggu untuk memberikannya kapan saja.  Jadi mereka sanggup untuk datang dari Hayyaat al-Barzakh, kehidupan pada masa antara alam kubur dengan Hari Kebangkitan, kehidupan antara, dan ruh mereka bebas.

 

Khalifah yang mewakili Mawlana Syekh Nazim tetap sama seperti halnya ketika beliau masih hidup, mereka adalah Mawlana Syekh Adnan Kabbani, Mawlana Syekh Hisyam Kabbani dan Mawlana Syekh Mehmet Adil.  Rabithah tetap kepada Mawlana Syekh Nazim.

 

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/sufism/who-is-the-new-shaykh-of-the-golden-chain/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

2 Responses to “Siapakah Syekh Berikutnya dalam Silsilah Keemasan?”

  1. assalamu alaikum wr wb
    Saya sangat mencintai Sultan Alawliya Syekh Muhammad Nazim dan sangat sedih setelah kepergian beliau.
    Sekarang saya merasa hampa dan bingung apakah baiat saya yg saya lakukan melalui website masih tetap sah atau harus melakukan baiat ulang.
    Mohon pencerahan.
    Wassalamu alaikum

    • Wa alaykum salam,
      Cobalah untuk menjaga rabithah dengan syekh Anda, agar Anda tidak bingung. Baiat yang telah Anda lakukan masih tetap berlaku.
      wassalam,
      -Admin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: