Bay’at setelah Wafatnya Sulthan ul-Awliya

Posted on November 9, 2014 by Taher Siddiqui

 

Pertanyaan:

Saya sangat bingung mengenai Syekh saya yang masih hidup setelah wafatnya Sulthan ul-Auliya.  Saya mengetahui bahwa seorang murid harus berada di bawah bimbingan seorang syekh yang masih hidup.  Jadi apakah saya harus mengambil bay’at kepada Maulana Sheykh Hisyam karena beliau adalah representatif dari Sultan, di mana saya dapat melakukan muraqaba, meditasi?  Atau Sulthan ul-Auliya saja sudah cukup bagi saya dan saya tidak perlu mengambil bay’at dengan Syekh lainnya.  Mohon klarifikasinya.… jazakallh khair.

 

Jawaban:

Mursyid kita tetap Sulthan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim Adil al-Haqqani yang hidup di makamnya, yang mendapat rezeki dari Allah dan mampu menjangkau murid-muridnya setiap hari.  Khalifah beliau adalah Mawlana Syekh Hisyam Kabbani, Mawlana Syekh Adnan Kabbani dan Mawlana Syekh Mehmet Adil.  Rabithah tetap kepada Mawlana Syekh Nazim.

 

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/sufism/baya-with-sheikh-hisham-after-sultan-ul-auliya/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: