Dianggap Kafir?

Posted on August 16, 2014 by Taher Siddiqui

 

Pertanyaan:

Salam Alaikum Syekh,

Satu pertanyaan singkat.  Kami sebagai generasi baru menuliskan shalawat setelah nama Nabi (s) dengan menuliskan tanda “(s)” atau “(saw)” atau “(saaw)”.  Dalam bahasa Arab, kita hanya menuliskan huruf “shad”.  Saya pernah membaca sebuah referensi yang mengatakan bahwa cara seperti itu adalah kufur dan orang yang melakukannya adalah kafir.  Kami atau saya harus mengatakan bahwa saya tidak mmepunyai adab dan sering membuat kesalahan.  Apakah menuliskan “saw” atau bentuk singkat yang lain membuat kita kafir?

 

Jawaban:

Wa Alaykum Salam,

Mereka yang mengatakan orang lain kafir atas hal-hal seperti itu harus berhati-hati dengan Kemurkaan Allah dan Allah Maha Mengetahui.  Setiap perbuatan dinilai berdasarkan niatnya.

 

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/doctrine/adab-4/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: