Pertemuan Mawlana Syekh Nazim dengan Mantan Presiden Musharraf

Posted on July 18, 2014 by Taher Siddiqui

 

Pertanyaan:

ASA, Syekh yang terhormat,
Nama saya adalah [privat] dari Pakistan.  Ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat sulit bagi saya, tetapi saya ingin memperjelas suatu hal dan pada saat yang sama saya juga ingin menjaga penghormatan saya kepada Syekh yang mulia.

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, yang mulia Syekh Nazim Kabani (R.A) bertemu dengan mantan diktator Pakistan, Pervaiz Musharraf.  Baru-baru ini saya melihatnya di Youtube.  Sangat mengejutkan melihat cara Syekh memperlakukannya.  Ia diperlakukan seolah-olah ia adalah seorang Sayyid (yang hanya diklaim oleh Musharraf) memberi kesempatan untuk melakukan apa yang ia inginkan bersama orang biasa, dan bahkan mempermainkan ajaran Rasulullah (s). (dan seterusnya… )

Oleh sebab itu pada awalnya saya katakan bahwa ini adalah pertanyaan yang sangat sulit bagi saya.  “Apakah benar bahwa seorang Waliullah harus menghormati orang, tetapi mengapa penghormatan itu hanya layak diperoleh oleh orang dengan status sosial yang tinggi? (bolehkah saya mengingatkan tentang Surat “Abas” mengenai seorang tuna netra).  Apakah orang biasa (seperti saya) diperlakukan dengan penghormatan dan protokol yang sama di sisi Anda?  (dan seterusnya…).

Mohon maaf atas kata-kata saya yang keras, tetapi itu mewakili perasaan saya.

Hormat saya,
[Privat]

 

Jawaban:

Saudara yang terhormat,

wa `alaykum salam,

Tugas Syekh bukan memberi penilaian terhadap Pervez Musharraf atau siapapun yang datang kepadanya.   Tugas beliau lebih ke arah menarik kalbu orang itu terhadap Islam.  Kalau tidak, bagaimana Sayyidina Muhammad (s) bisa duduk bersama orang seperti Khalid bin Waliid yang ketika masih sebagai seorang jenderal Quraisy telah membunuh begitu banyak Muslim, sebelum beliau memeluk Islam; atau Sayyidina ‘Umar (r) yang telah menyiksa Muslim baru (mualaf) di Mekah?

Syekh menyerahkan penilaian itu kepada Allah (swt), atau kalau perlu kepada pengadilan, niatnya adalah menarik kalbunya ke arah kebenaran dan tobat.  Jika pada kenyataannya Syekh menilai para tamunya, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berdiri menghadapi pengawasannya.

Mawlana Syekh, semoga Allah memberkati ruhnya sering mengatakan, “Jika kalian melihatku memperlakukan seseorang dengan sangat istimewa, maka berhati-hatilah dengan orang itu,” artinya “kami menenangkan ego (nafs) orang-orang yang liar dan membahayakan itu untuk menghindarkan mereka menyakiti kita dan sahabat kita serta orang-orang yang terkait.”  Dan Allah Maha Mengetahui.

 

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/doctrine/mawlana-shaykh-nazims-meeting-with-former-president-musharraf/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: