Pakaian Apa yang Dipakai oleh Rasulullah (s)?

Posted on October 21, 2013 by Taher Siddiqui

 

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Saya ingin mengikuti Sunnah dalam semua aspek dan saya sungguh ingin tahu apa yang dipakai oleh Nabi Muhammad (s)?  Seperti apakah busana Sunnah yang sesungguhnya?  Saya melihat baju Imam Hussain Alaihis Salaam, dan saya selalu berpikir bahwa baju gamis adalah sunnah, tetapi mengapa orang-orang di tarekat ini memakai tunik dan celana panjang?

Mohon jawabannya, Jazak’Allah.

 

Jawaban:

Wa `alaykum salam

Hidayah atau petunjuk bukanlah “apa yang kupikir” tetapi mengikuti orang-orang saleh dan ajaran mereka.

 

Para Sahabat telah mewariskan banyak keterangan mendetail mengenai kebiasaan Nabi (s) dalam berpakaian.  Terlebih lagi, Nabi (s) memberi nasihat kepada Mukmin bagaimana berbusana yang baik.

 

Dalam satu hadits, Nabi (s) bersabda,

“Tidak ada seorang pun yang mempunyai kebanggaan walaupun sebesar atom yang akan masuk Surga.”  Seseorang bertanya, “Bagaimana jika seseorang suka pakaian dan sepatunya terlihat bagus?” (Artinya, apakah ini termasuk kebanggaan?)  Nabi (s) bersabda, “Allah adalah indah dan Dia mencintai keindahan.  Bangga artinya menyangkal kebenaran dan memandang rendah pada orang lain.” [Sahih Muslim]

 

Nabi (s) memandang berpakaian dengan baik dan terlihat baik atau menawan merupakan demonstrasi dari keberkahan Allah.

 

“Allah senang melihat tanda-tanda Kebaikan-Nya pada makhluk-Nya.” [al-Hakim dan Tirmidzi]

 

Jundub ibn Makith (r) berkata,

“Setiap kali ada delegasi yang datang untuk bertemu Rasulullah (s), beliau akan memakai pakaian terbaiknya dan memerintahkan para Sahabat utamanya untuk melakukan hal serupa.  Aku melihat Nabi (s) pada hari  di mana delegasi Kindah datang untuk bertemu beliau; beliau (s) memakai busana Yamani, dan Abu Bakr dan `Umar juga berpakaian serupa.” [Tabaqat Hadits]

 

Hadits lain meriwayatkan,

“Makanlah apa yang kalian inginkan, dan pakailah apa yang kalian inginkan asalkan terbebas dari dua hal: pemborosan dan kesombongan.”  [Maulana Nomani, Ma`arif al-hadits]

Nabi (s) akan memperingatkan Sahabatnya yang terlihat tidak rapi atau tidak merawat penampilan mereka. `Ata ibn Yassar (r) meriwayatkan,

“Rasulullah (s) berada di masjid, ketika seseorang dengan rambut yang berantakan dan janggut yang tidak rapi masuk ke dalam masjid.  Nabi (s) menunjuknya, seolah-olah memintanya untuk merapikan rambut dan janggutnya.  Orang itu pergi dan merapikan rambut dan janggutnya, lalu kembali.  Nabi (s) bersabda, ‘Apakah ini tidak lebih baik daripada kalian datang dengan rambut yang berantakan?’” [Malik, Muwatta]

 

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh salah satu sahabat Nabi (s), Nabi (s) berkata kepada Sahabatnya, ketika mereka menempuh perjalanan untuk menemuai saudaranya yang seiman,

“Kalian akan mengunjungi saudaramu, jadi perbaikilah pelana kalian, dan pastikan bahwa kalian berpakaian dengan baik, sehingga kalian akan menonjol seperti sebuah perhiasan, karena Allah tidak menyukai sesuatu yang buruk.” [Sunan Abu Dawud]

 

Hadits lain meriwayatkan,

“Suatu saat Nabi (s) berniat untuk menemui Sahabatnya dan beliau memakai turbannya dan menyisir rambutnya… beliau (s) berkata, ‘Ya, Allah mencintai perbuatan hamba-Nya untuk merapikan dirinya sebelum bertemu teman dan saudaranya.’” [Ihya Ulum-Id-Din]

 

`Ubayd bin Khalid (r) melaporkan bahwa:

“Suatu saat aku pergi ke Madinah.  Aku mendengar seseorang di belakangku mengatakan, ‘Pakailah izar-mu (semacam kain sarung yang diikatkan di pinggang) lebih tinggi karena itu menghindari najis fisik dan spiritual.’ (izar akan tetap bersih dan tidak akan menjadi kotor karena terseret di tanah).  Ketika aku menoleh untuk melihat siapa yang berbicara, ternyat itu adalah Rasulullah (s).” [Syamaa-il Tirmidzi]

 

Salamah bin Akwa (ra) menginformasikan kepada kita bahwa:

“`Utsmaan (r) memakai izar-nya hingga tulang keringnya dan berkata, ‘Ini adalah cara junjunganku, Rasulullah (s) memakai izar-nya.’” [Syamaa-il Tirmidzi]

 

Bukhari meriwayatkan di dalam bab berjudul, “Memakai turban,” bahwa Nabi (s) memakai turban dan kadang-kadang beliau membasuh di atasnya selama berwudu agar tidak mencopotnya. [Bukhari, Kitab Wudu, hadits dari Ayah Ja`far ibn `Amr.]

 

Beliau (s) memakai turban (`amama), sebagaimana yang disebutkan di dalam ketiga hadits ini:

 

Jabir (r) berkata, “Nabi (s) memasuki Mekah pada Hari Kemenangan mengenakan turban hitam dan beliau melonggarkan kedua ujungnya di antara pundaknya.” [Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi (hasan), Ibn Majah, dan Nasa’i.]

 

Ja`far ibn `Amr meriwayatkan dari ayahnya, “Aku melihat Nabi (s) di minbar memakai turban hitam dengan ujungnya dilonggarkan di antara bahunya.” [Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibn Majah.]

Abu Sa`id al-Khudri melaporkan bahwa ketika Nabi (s) mendapat sepotong busana baru, beliau akan menyebutkannya, apakah itu turban atau baju atau jubah, dan kemudian berkata, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu.  Kau telah memberiku pakaian ini.  Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari pembuatannya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan pembuatannya.” {Allahumma, laka al-hamd, anta kasawtanii, as’aluka khayrahu wa khayra ma suni`a lahu, wa a`udzu bika min syarrihi wa syarri ma ma suni`a lah.} [Abu Dawud dan Tirmidzi]

 

[Disusun dari berbagai website, termasuk sunnah.org]

 

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/sunnah/what-did-rasulallah-wear/

 

 

 

 

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: