Wanita Mencium Tangan Syekh

Posted on December 29, 2010 by Shaykh Gibril Fouad Haddad

Pertanyaan:

Assalamualaikum,

Saya mencintaimu Mawlana Syekh Nazim, Syekh Hisyam, Syekh Adnan dan semua orang di tarekat ini.  Pertanyaan saya adalah bagaimana penjelasan mengenai wanita yang mencium tangan Syekh?

Jika saya tidak salah, ada tiga kategori pria yang diizinkan bagi wanita untuk bersentuhan dengannya, namun demikian saya tidak terlalu yakin.

Sebagai pembelaan, yang lain mungkin mengatakan bahwa Rasulullah (s) sendiri tidak bersalaman dengan wanita yang bukan mahramnya.  Jadi bagaimana wanita boleh mencium tangan Syekh?

Terima kasih untuk jawabannya.  Semoga Allah memberkatimu semua dan juga keluargamu dengan berkah yang tak terhingga sebanyak bilangan atom di alam semesta ini dan dikalikan dengan tak hingga.

Jawaban:

wa `alaykum salam,

Allah (swt) berfirman (dialamatkan kepada Setan), “{Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat.} (15:42).

Kata-kata kuncinya adalah “mengajak” dan “memperbolehkan”.  Ada perbedaan yang besar antara memperbolehkan (karena kasih sayang) dan menginginkan (karena nafsu).  Seorang Syekh kontemporer dari Mauritania, yaitu Syekh Abd Allah bin Bayya` ketika ditanya mengenai hal ini, beliau menjawab, “Jika menyebabkan wanita itu merasa benci atau berburuk sangka (tabaghud) karena tidak bersalaman, maka hal itu diperbolehkan (untuk bersalaman), asalkan tidak ada ketertarikan seksual terhadap wanita itu.”  Itulah sebabnya dakwah Syekh Nazim di Barat telah mengalami kemajuan pesat melebihi yang lainnya tanpa kecuali.

Berikut ini ada sebuah kutipan wawancara dengan Mawlana Syekh Nazim yang terjadi sekitar tahun Sembilan puluhan.

PEWAWANCARA: jika Anda akan mengatakan kepada para pengikut Anda untuk tidak menyebut Anda sebagai orang yang sempurna, dan tidak mencium tangan dan kaki—dan mereka mengatakan bahwa di dalam pertemuan bahkan wanita datang dan mencium tangan Anda, dan Nabi tidak akan memperbolehkannya… Bagaimana komentar Anda mengenai hal itu?

SYEKH NAZIM:  Tidak.  Mereka (orang-orang yang menyerang Mawlana) selalu tidak jujur.  Mereka selalu mengubah hal-hal dari cahaya aslinya.  Mereka adalah para pembohong.  Mereka membuat iftira‘ [pemalsuan] dan bergunjing, karena mereka adalah orang-orang yang hasud – iri dan dengki.  Saya tidak pernah mengatakan kepada para pengikut saya bahwa saya adalah ‘orang yang sempurna.’

Tetapi sampai mereka menemukan seorang yang sempurna, saya hanya melatih mereka.  Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya adalah seorang pelatih yang 100% sempurna, tetapi saya adalah kesempatan yang bagus, selagi saya berada di sini, saya hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi orang-orang.  Seperti seorang dokter yang bukan spesialis, tetapi ia tetap harus membantu pasiennya.  Haruskah ia mengatakan, “Aku tidak bisa menanganimu karena aku bukan seorang spesialis?”  Saya tidak pernah berkata kepada setiap orang, ‘Aku adalah seorang yang sempurna 100% dan aku akan melatih kalian. Datanglah dan cium tanganku!’  Saya tidak begitu bodoh seperti orang-orang ini.  Mereka pikir bahwa saya mengatakan kepada orang-orang untuk datang dan mencium tangan saya!

PEWAWANCARA: Mereka mengatakan bahwa itu merupakan bagian yang diperlukan dalam latihan Anda …

SYEKH NAZIM: Tidak, tidak pernah.  Pelatihan saya tertulis di dalam buku-buku saya dan asosiasi yang saya adakan, tetapi mereka tidak mau membaca buku saya karena Setan begitu sombongnya.  Dapatkah mereka menemukan di buku-buku saya bahwa saya berkata: Cium tanganku, cium kakiku?  Tetapi bisa saja saya masuk ke dalam suatu pertemuan dan tanpa melakukan apa-apa, orang-orang tidak bisa duduk lagi, mereka akan berdiri.  Saya tidak meminta mereka untuk melakukannya.  Itu adalah sesuatu yang dikaruniakan kepada saya, dari Kebesaran Allah, yang disebut haybat [martabat]. Mereka tidak bisa berhenti.  Ketika saya lewat, mereka berdiri dan menghampiri saya.  Saya tidak mengatakannya kepada mereka untuk melakukannya.  Suatu ketika saya berada di Madinah, salat menghadap Qiblat. Ketika saya selesai, salah satu dari orang-orang ini berkata, ‘O syekh!  Mengapa engkau membawa orang-orang ini di belakangmu!’  Saya terkejut.  Mata saya tertutup dan saya berdoa tanpa bersuara, hanya saya yang bisa mendengarnya.  Tetapi saya melihat ke belakang dan saya lihat 100 orang salat di belakang saya.  Saya katakan saya bukan apa-apa, saya hanyalah orang biasa, seorang pengunjung di sini.  Saya tidak mengenal mereka.  Mengapa engkau mengatakan ini pada saya?  Katakan pada orang-orang itu untuk pergi!   Para Nabi mempunyai kekuatan magnetik yang disebut jazba [daya tarik].  Itu membuat orang-orang mendatanginya.  Saya mempunyai sebagian jazba itu yang saya terima melalui jalan spiritual.  Saya bukanlah orang yang kosong, seperti orang-orang itu.  Tetapi mereka adalah para penghasud… Apa yang terjadi jika para pengikut saya mencium tangan saya?  Nabi (s) mencium Hajar Aswad, dan seluruh Sahabat menciumnya juga.  Seluruh Hujjaj [orang yang menunaikan haji] menciumnya, dan mencium Ka`bah.  Tidak haram untuk mencium Ka`bah.  Apakah Ka`bah lebih mulia daripada manusia?  Tidak.

PEWAWANCARA:  Tetapi Ka`bah mempunyai tempat istimewa di dalam kalbu mereka.

SYEKH NAZIM: Kami juga mempunyai tempat yang istimewa.

Hajj Gibril Haddad

http://eshaykh.com/halal_haram/kissing-hands/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: