Wazifa yang paling Hebat

Posted on September 25, 2011 by Staff

 

Pertanyaan:

Saya tidak tahu siapa Anda dan apa yang akan Anda katakan, tetapi saya ingin membaca wazifa wirid yang paling hebat, bahkan jika saya mati.  Saya tidak peduli apapun kecuali Allah.  Mohon bimbingannya, terima kasih.

 

Jawaban:

Silakan baca tulisan Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani berikut ini:

[Dikutip dari The Sufi Science of Self-Realization, penerbit Fons Vitae, 2006]:

Setelah mencapai level murid, seorang pencari akan mengetahui tentang Haqqul Yaqiin.  Ketika awliyaullah melihat bahwa sang pencari itu telah mencapai pencerahan dengan melewati sepuluh langkah menuju level murid, mereka akan menyandangkannya dengan enam kekuatan.  Ini bukanlah kekuatan yang berasal dari sumber eksternal, melainkan kekuatan yang berasal dari dalam kalbu sang murid yang sebelumnya masih terhijab.  Ketika kekuatan itu dibukakan, sang murid akan merasakan sendiri bagaimana ia dibusanai dengannya.

Jika keenam kekuatan kalbu itu tertekan dengan karakteristik buruk dari ego, mereka tidak akan bisa dikeluarkan.  Keegoisan ego tidak pernah mau menerima siapapun kecuali dirinya sendiri, bahkan Syekh pun tidak.

{Seraya berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi “} (Suratu ’n-Nazi`at, 79:24)

Tujuan utama ego adalah untuk menggulingkan kekuasaan Allah dalam kalbu dan mengklaim dirinya sendiri sebagai tuhan.  Ego ingin menunggangi dan mengendalikan kalian, dan ia dapat menekan kekuatan-kekuatan di dalam kalbu kalian.  Kalian tidak bisa mengeluarkan kekuatan-kekuatan itu sampai kalian melewati sepuluh langkah menuju level murid.  Baru setelah itu seolah-olah kalian telah diberi izin tertinggi, karena setiap langkah dari sepuluh langkah itu bagaikan suatu tingkat izin keamanan.

Untuk sektor pemerintahan tertentu,  kalian memerlukan izin keamanan.  Misalnya, orang-orang yang bekerja di Departemen Tenaga Kerja kebanyakan tidak memerlukan izin keamanan karena tugas rutin mereka sifatnya tidak sensitif, tetapi untuk orang yang bekerja di Departemen Hankam, mereka memerlukan izin semacam itu.  Tanpa izin keamanan semacam itu, kalian hanya dapat mengakses area yang sifatnya tidak rahasia.  Pekerjaan pemerintah tingkat tinggi memerlukan izin tingkat tinggi.  Calon pelamar harus diteliti dengan sangat hati-hati sebelum mendapatkan izin tingkat tinggi ini.  Catatan latar belakang keluarga dan catatan kriminal mereka diteliti, juga hal-hal lain yang mungkin beresiko bagi kandidat.  Informasi ini mempengaruhi tingkat izin keamanan yang akan mereka peroleh.  Tergantung pada tingkatan izin keamanannya, yang bersangkutan mungkin akan ditelusuri latar belakangnya hingga umur lima tahun.

Hal yang sama juga berlaku untuk spiritualitas.  Ketika sang murid telah melewati sepuluh level ini, ia memperoleh izin untuk mengakses materi-materi rahasia.  Pada saat itu, murid dapat mengakses enam kekuatan dari kalbu, kekuatan yang ada di dalam semua kalbu manusia, tanpa kecuali.  Sampai kalian dapat mengakses mereka, keenam kekuatan ini tertekan oleh ego.  Penindasan ego ini mampu menzalimi kalian.  Semua kekuatan yang telah diletakkan oleh Allah di dalam kalbu menjadi tertekan dalam tempat yang kecil dan sempit karena tekanan yang sangat besar dari pengaruh keegoisan dan setani.  Tempat yang tertekan yang mengandung kekuatan-kekuatan ini adalah bintik hitam di dalam kalbu.  Ketika kalian mengalami kemajuan-kemajuan dan mencapai pembukaan kalbu, tempat itu menjadi mudah untuk dibuka.  Ketika bintik yang tertekan itu terbuka, ia bagaikan zat aerosol yang terpancar mengeluarkan wangi semerbak.  Seperti gunung berapi, kalbu yang mengandung kekuatan ini meletus, menyebarkan cinta.

Keenam kekuatan kalbu tersebut adalah:

–  Hakikat Daya Tarik (Haqiqatu ’l-jadzbah)
–  Hakikat untuk Mencurahkan (Ilmu) dengan Melimpah (Haqiqatu ’l-faydh)
–  Hakikat untuk Fokus, Tawajuh, membulatkan kalbu kepada Allah (Haqiqatu ’t-tawajjuh)
–  Hakikat Tawasul, memberi perantaraan (dengan izin Allah) (Haqiqatu ’t-tawassul)
–  Hakikat Irsyad, memberi bimbingan (Haqiqatu ’l-irsyad)
–  Hakikat Menggulung, (Haqiqatu ’t-tayy) [Ketika murid menerima kekuatan ini, mereka dapat bergerak sesuka hatinya dalam dimensi ruang.]

Lebih lanjut silakan dilihat Enam Kekuatan Kalbu

Setiap anak yang baru dilahirkan mempunyai keenam kekuatan ini, karena setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.  Cahaya fitrahnya sedikit demi sedikit menghilang seiring dengan semakin bertambah umurnya.  Allah tidak menghilangkannya; namun ia tertekan dan terpendam di dalam kalbu seiring tumbuhnya anak itu dengan cepat menjauhkannya dari hakikat ilahiah.  Seorang anak dapat dibesarkan oleh orang tuanya dalam situasi yang sangat berbeda dengan fitrahnya.  Seberapa besar tekanan terhadap cahaya ini tergantung pada bagaimana anak itu dibesarkan dan seberapa besar anak itu dimanjakan.  Ketika ia beranjak dewasa, bisa saja tiba-tiba ia menyadari pentingnya menyeimbangkan dimensi lahir dan batin dari kehidupannya, untuk dapat mengeluarkan kekuatan spiritual yang terpendam di dalam dirinya.

Mempertahankan keseimbangan menjadi bagian integral bagi disiplin seorang pencari.  Penting sekali untuk memiliki keharmonisan lahir batin.  Perilaku lahiriah seseorang harus selaras dengan realitas batinnya, kalau tidak keenam kekuatan itu tidak dapat terbuka.  Dan dalam kasus seperti itu, mereka harus terus berjuang.

Suatu ketika ada seorang murid dari Sayyidina Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni ق yang bernama Orkallisa Muhammad yang menghabiskan hidupnya dengan berusaha untuk menyenangkan syekhnya dan berusaha menjadi seorang murid yang baik.  Ia belajar bagaimana adab terhadap syekh dari kisah mengenai Sayyidina Bayazid al-Bisthami ق dan muridnya.

Suatu malam, setelah berzikir dan melakukan salat malam, setiap orang pergi dan kemudian masjid ditutup.  Tetapi Orkallisa Muhammad bersembunyi di dalamnya, di balik pilar.  Ia berbicara kepada dirinya sendiri, seperti orang yang berbicara dengan bayangan cerminnya.  Dalam dialog ini seolah-olah tubuhnya mempunyai satu suara dan ruhnya di sisi lain.

Ia berkata, “Wahai Orkallisa Muhammad, kau tidak bisa melakukan apa-apa.  Apapun yang kau lakukan selalu gagal.  Kau gagal dan gagal lagi, sampai akhirnya syekh iba terhadapmu dan memberimu uang untuk membeli hewan ternak.  Kau membeli begitu banyak domba dan membesarkannya sampai tiba saatnya bulan suci.  Setiap ada hari besar di bulan ini, kau sembelih domba-domba itu di Jalan Allah sampai tidak ada lagi yang tersisa.  Syekhmu memberimu uang untuk membeli domba agar kau mempunyai pendapatan untuk menolong masyarakat, tetapi kau malah pergi dan menyembelih mereka semua, sehingga kau gagal.  Apapun yang diperintahkan oleh syekh, kau selalu gagal.”

Ia belajar.  Ia tahu tentang dirinya—tentang egonya yang dapat merusak manusia.  Jangan pernah percaya dengan ego kalian dan membiarkannya menunggangi kalian; kalianlah yang harus menungganginya.

Ia melanjutkan, “Wahai Orkallisa Muhammad, aku bersumpah bahwa engkau adalah manusia terburuk, yang paling rendah di antara semua yang orang bayangkan.”  Untuk menegaskan ketulusan dari sumpahnya itu, ia menambahkan, “Jika aku tidak mengatakannya dengan penuh keyakinan bahwa aku adalah manusia terburuk, maka aku akan cerai dengan istriku tercinta.”

Dengan sumpah itu, ia mengalami hakikat kerendahan hati.  Ia menerima sepenuhnya bahwa ia adalah manusia terburuk.  Pada saat itu, ia mendengar Syekhnya tertawa, dan ia segera bangkit dan menjumpainya.  Ia berkata, “Wahai Syekhku, engkau ada di sini?”

Sayyidina Jamaluddin ق menjawab, “Sejak awal aku sudah berada di sini, wahai anakku. Sekarang aku dapat membuka enam kekuatan yang ada di dalam kalbumu.”

Sekarang, kalian mempunyai Palm Pilot (sejenis PDA, personal digital asisstant—penerj.), dan dengan pena stylus-nya kalian dapat mengeluarkan informasi yang dimilikinya.  Pena stylus itu bukan instrumen yang sama yang digunakan oleh Sayyidina Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni ق, tetapi teknologi itu meniru kemampuan dari guru-guru spiritual.  Dengan menggerakkan Jari Syahadat di hadapan kalbu sang murid, syekh membuka enam hakikat untuknya.  Ia mengungguh (upload), mengeluarkan informasi itu dalam kesadaran sang murid.  Setelah informasi itu dipecahkan sandinya, sang murid menjadi naik-turun di dalam masjid.  Ia menjadi sangat ringan, karena kekuatan surgawi mengangkatnya.

Sang murid bertanya, “Apakah ini bagian dari jalur spiritual?”

Syekh menjawab, “Ya, tetapi ini tidak terjadi kepada seseorang sampai ia menjadi orang yang tawaduk.  Jika ia terus berpikir bahwa ia adalah sesuatu, maka ia tidak akan mencapai hakikat yang ingin dipelajarinya.”

Staff

http://eshaykh.com/sufism/the-most-powerful-wird-wazifa/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: