Adab Laylat al-Israa’

Pada malam memasuki hari ke-27 di bulan Rajab (Laylat al-Israa’ wal Mi`raaj), yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai malam di mana Rasulullah SAW diundang ke Hadirat Ilahi, lakukan adab berikut:
Niat:
Nawaytu ‘l-arba’in, nawaytu ‘l-`itikaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah, nawaytu ‘r-riyadhah, nawaytu ‘s-suluk, lillahi ta’ala fii haadzal-masjid (atau fii haadzal-jaami`)

Aku berniat 40 (hari mengasingkan diri), aku berniat untuk beritikaf, aku berniat khalwat, aku berniat mendisiplinkan (ego), aku berniat mengadakan perjalanan di jalan Allah SWT, demi Allah SWT di masjid ini.
Adab Tarekat
Doa Agung dari Sulthan al-Awliyaa (ad-Du`a ul-Maatsuur)
Khatm Khwajagan
Mawlid
Salat Tasbih
Salat Syukur dengan Doa Qunut
Ihda
Doa dan al-Fatihah
Pada tanggal 27 Rajab dianjurkan untuk berpuasa dan berkurban sebagai rasa bersyukur kepada Allah SWT. Dianjurkan pula untuk berpuasa pada hari terakhir di bulan Rajab.
Sumber:
The Naqshbandi Sufi Tradition: Guidebook of Daily Practices and Devotions
by Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
© 2004, Islamic Supreme Council of America

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: