Otoritas untuk Irsyaad (Memberi Bimbingan)

Posted on April 24, 2013 by Shaykh Gibril Fouad Haddad

 

Pertanyaan:

Assalaamualaykum wa ragmatullahi wa barakaatu,

Kami mengalami situasi yang serius di Cape Town di mana khalifah Naqsybandi di sini telah meminta beberapa murid untuk keluar dari tarekat dan bergabung dengan tarekat lain.  Ini dilakukan melalui email umum (dikirimkan lebih dari sekali), jadi ini bukanlah kabar angin.  Upaya untuk membahas/mengklarifikasi instruksi ini telah ditolak.  Jika seseorang telah diperintahkan untuk meninggalkan tarekat, apakah secara otomatis bay’atnya menjadi putus?  Apakah seorang khalifah dapat melakukan hal ini dalam Tarekat Naqsybandi dan apakah instruksi semacam itu pernah diberikan oleh Mawlana Syekh Nazim sebelumnya?

Jazakallah wassalaam

 

Jawaban:

Alaykum Salam,

Secara singkat, Mawlana pernah memberikan instruksi semacam itu dan itu tergolong ringan dibandingkan dengan ujian-ujian yang bisa beliau berikan kepada kelompok lain.  Bay’at tidak pernah terputus.  Selain itu, perbuatan hanya dinilai berdasarkan niatnya, jadi jangan memberi penilaian pada pemimpin Anda, dan jangan pula berusaha untuk memimpin orang lain, tetapi berjuanglah untuk melakukan yang terbaik dengan dasar kerendahan hati/tawaduk.

Keberkahan dari pekerjaan yang baik di kota Anda sangat besar; begitu pula dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi, kehausan orang akan spiritualitas, dan ganjarannya.  Oleh sebab itu normal bila Setan berusaha untuk mengganggu, terlebih lagi masalah itu bukan berasal dari orang kafir atau Wahhabi tetapi dari tengah-tengah kita sendiri, yaitu dengan apa yang disebut Mawlana sebagai kotoran politik.  Sayangnya lagi, itu juga melibatkan beberapa junior yang dengan cepat menghancurkan pekerjaan yang telah lama dibangun oleh para senior dan merusak keyakinan dan kepercayaan dari kalangan mayoritas.

Mawlana Syekh Nazim (semoga Allah memanjangkan umurnya) mendirikan yayasan yang sangat umum dan sangat kokoh ketika beliau mengunjungi Afrika Selatan dan hal itu masih berlaku.  Loyalitas kepada yayasan itu dan persatuan adalah kunci bagi kesuksesan murid di dunia dan akhirat.  Beliau memberi izin kepada beberapa orang untuk memimpin zikir dan memberikan bay’at seperti halnya di negara-negara lain tetapi tidak pernah menjadi alasan untuk melemahkan yayasan pertamanya.  Karena di situlah terdapat pertolongan yang besar.

Sayangnya mayoritas kita di seluruh dunia, sebagai murid gagal dalam menghadapi ujian itu ketika ia datang ke dalam bangunan tarekat, tetapi yang paling menyedihkan adalah adanya kamuflase tipuan ego kita, perilaku Namrud diri kita sebagai kesalehan dan kepatuhan.  Jika Anda merasa tertampar di wajah Anda oleh senior Anda di dalam tarekat, itu berasal dari Mawlana; tetapi Mawlana tidak pernah menghilangkan kecintaannya walaupun beliau mungkin berteriak pada seseorang dan menyebutnya sebagai Setan.  Beliau melihat pada kalbu mereka, untuk melihat apakah ada kebanggaan atau kemarahan yang menjalar di sana.  Tetapi keberkahan besar dari tarekat adalah jika ujian terbesar kita berasal dari ego kita sendiri, itu artinya pembukaan spiritual juga berada dalam diri kita, dan letaknya lebih dekat ke tangan kita daripada yang kita pikirkan.

Syekh Hisyam sering menceritakan kisah mengenai murid yang setelah dua puluh tahun merasa lelah tidak melihat atau mengalami suatu keajaiban.  Ketika ia mengeluhkan hal ini kepada Syekhnya, beliau hanya berkata, “Kau bebas untuk pergi meninggalkan aku dan memilih yang lain, tetapi ketahuilah bahwa kau telah menghabiskan waktu dua puluh tahun berdiri di hadapan Allah.”  Apakah Mawlana tidak menyampaikannya?  Tetapi kita mempunyai masalah dengan pemegang otoritas dan kita ingin menjadi seseorang, atau ingin bersama orang yang berbeda.

Tarekat adalah rutin dan sabar.  Diskusi dan bertanya-tanya bukanlah jalan tarekat, tarekat lebih kepada pekerjaan tanpa pamrih, khidmat sederhana, kepatuhan, tawaduk, dan amanah.  Berikan kepada khalifah Anda manfaat dari pendapat yang baik bahkan jika Anda merasa ia salah.  Itulah spritualitas yang dibangun oleh Mawlana di dalam kalbu kita, insya Allah, karena itu merefleksikan kepercayaan pada Allah.  Dan Allah tidak pernah mengecewakan orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Oleh sebab itu setiap orang yang berusaha melakukan yang terbaik untuk menjaga persatuan dan memadamkan perselisihan akan sangat diberkati.  Jika Anda tercampakkan dari pintu baik secara adil ataupun tidak, kembalilah melalui jendela dan mintalah maaf, Allah akan lebih mendukung Anda.  Jangan bercerai-berai dan berpisah.  Tangan Allah adalah bersama jemaah dan barang siapa yang memisahkan diri, maka ia adalah bagian dari api neraka.

“Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati janji yang telah mereka janjikan kepada Allah; di antara mereka ada yang telah meninggal dunia, dan di antara mereka ada pula yang masih menunggu dan mereka tidak mengubah janjinya.” (33:23).

Hajj Gibril Haddad

http://eshaykh.com/sufism/authority-for-irshaad/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: