Mengganti Nama setelah Pernikahan

Pertanyaan:
As-salamualaikum,
Saya mempunyai sebuah pertanyaan mengenai wanita yang menggunakan nama belakang suaminya setelah ia menikah.  Secara tradisi, saya diberitahu bahwa seorang wanita tetap menggunakan nama keluarganya setelah menikah.  Namun, saya ingin tahu apakah hal ini akurat.  Bagaimana latar belakang sejarahnya?  Adakah sesuatu yang menyatakan secara eksplisit mengenai hal ini?  Bolehkah seorang wanita menggunakan nama belakang suaminya jika ia menginginkannya atau lebih baik tetap menggunakan nama keluarga? 
Jazak Allah Khair
Jawaban:
`Alaykum assalam
Keduanya adalah benar.  Di dalam Islam, seorang wanita dapat diidentifikasikan sebagai ‘haram fulan‘ ‘istri dari seseorang (fulan)’, di mana kata haram diucapkan dengan “a” pendek (bukannya haraam, yang artinya dilarang, atau berdosa); atau sebagai ‘bint fulan‘ ‘anak dari’.
Hajj Gibril Haddad

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: