Hikmah Sederhana

Nikmat dan Syukur


Betapa banyak Allah memberi kita nikmat tetapi kita tidak mensyukurinya, betapa banyak Allah memberi pada kita, tetapi kita tidak mengucapkan, syukran lillah. Pikiran kita hanyalah berapa banyak uang yang akan kita dapatkan dan berapa banyak rekening bank kita terisi dan berapa banyak yang akan kita dapatkan dari dunia ini. 
[Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q), 12 Juli 2012]






Cinta pada Nabi (s)


Jika kalian memasukkan daun teh ke dalam air biasa atau air dingin, apa yg terjadi? Apakah kalian mendapatkan tehnya? Tidak, kalian akan memasukkannya ke dalam air panas. Bagaimana kalian mendapatkan air panas? Dengan mendidihkannya, jadi jika kalbu kalian tidak mendidih dengan kecintaan thd Nabi (s), cahaya (Muhammad (s)) di dalam kalbu kalian tidak akan terbuka. 

Kecintaan terhadap Nabi (s) harus mendidih di dalam kalbu manusia. Orang-orang yang kalbunya mendidih karena cinta, mereka akan mendapatkannya. Yang kalbunya tidak mendidih, cahaya (Muhammad (s)) tetap berada di sana, namun kalian perlu menyalakannya, kuncinya adalah shalawat Nabi (s).

(Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q), 12 Juli 2012)




Mengenai Orang yang Sakit



(Suatu ketika Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q) diminta untuk mendoakan seorang anak yang sedang sakit, lalu beliau berkata)

Allah memberi kita kenikmatan yang tidak diberikan kepada anak ini. Apa masalahnya dia? Dia tidak bisa menelan, artinya dia tidak bisa makan. Kita dapat menikmati makan, tetapi dia tidak, dia hanya bisa mengambil zat-zat makanan melaui selang (infus). Melalui anak seperti ini, Allah mengambil segala kesulitan bagi 70.000 umat Mukmin. Mereka (orang-orang yang menderita sakit semacam ini) menanggung kesulitan dari 70.000 Mukmin, artinya 70.000 Mukmin diemban oleh anak itu.

Semoga Allah memberi kalian dan membuat anak itu menjadi sehat, insya Allah, bi hurmati ‘l-Fatiha. (MSH, 12 Juli 2012)





About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: