Membaca Fatihah di dalam Salat


Pertanyaan:
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakathu,
Saya mempunyai pertanyaan mengenai seorang pengikut Mazhab Syafi’I yang salat di belakang imam.  Karena membaca al-Fatihah adalah fardu dalam setiap salat menurut mazhab Syafi’i.  Bagaimana kalau kita tidak selesai membaca al-Fatihah tetapi imam sudah ruku, apakah kita harus mengikuti imam tanpa menyelesaikan Fatihah atau kita selesaikan dulu lalu ruku?Syukran Salaam.
Jawaban:
Alaykum Salam,
Berusahalah untuk menyelesaikan Fatihah dengan cepat kemudian ruku’.  Salatnya masih sah jika tidak ada waktu untuk menyelesaikannya sebelum ruku’, sepanjang Anda menghabiskan waktu lebih banyak untuk membaca Fatihah daripada membaca Dou’a al-Iftitah (wajjahtu wajhi lilladzi fatara al samawati wal ardh…dst.)
Jika imam berhenti membaca pada akhir setiap ayat, Anda bisa mencoba untuk membaca setiap ayat pada saat itu.  Dengan cara ini Anda telah menyelesaikan Fatihah bila imam kemudian membaca Qur’an tanpa jeda untuk makmum setelah ‘Amin.’
Hajj Gibril Haddad

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: