Pertanyaan Mengenai Perbuatan yang Diharamkan

Pertanyaan:

Salaam Sidi,

Seorang teman mendatangi saya dengan beberapa pertanyaan, pertanyaannya sederhana tetapi ia menginginkan dalil (bukti-bukti) pendukung jawabannya. Pertanyaannya adalah:

1. Dalil mengenai tato, ada banyak anak muda yang mentato tubuhnya dan mereka adalah Muslim dan tetap melaksanakan kewajiban salatnya. Saya mencarinya di eShaykh, tetapi tidak dapat menemukan jawaban bagi mereka yang lahir sebagai Muslim. Mengapa tato tidak diperbolehkan, dan bagaimana jika kita mendapati bahwa Imam salat kita ternyata orang yang mempunyai tato.
—- di eShaykh, dikatakan bagi mereka yang mualaf (baru masuk Islam) mereka dianggap telah disucikan. Tetapi, bukankah tato itu membuat mereka tidak bisa menghilangkan najis dari tubuh mereka?

2. Masturbasi — mengapa ia diharamkan meskipun gunanya untuk mengontrol nafsu orang yang belum menikah?

3. Posisi Toilet — apakah tidak diperbolehkan untuk mempunyai posisi yang sama dengan kiblat, bagaimana pandangan Anda tentang hal ini?

Mohon maaf atas pertanyaan saya yang menyita waktu Anda. Terima kasih, semoga Allah memberimu kesehatan yang baik dan derajat yang tinggi, aamiin.

salaam

Jawaban:

Alaykum Salam,

1. Nabi (s) bersabda bahwa tato mendatangkan kutukan, jadi itu termasuk kaba’ir bagi seorang Muslim yang mengetahui hal ini tetapi masih melakukannya pada diri mereka. Tetapi bagi non-Muslim, atau Muslim yang tidak mengetahuinya, lalu mereka bertobat, dan tobat itu kemudian diterima, bahkan ketika mereka belum menghilangkannya. Tidak ada urusannya dengan najasa.

2. Di mana-mana tidak ada yang mengatakan bahwa masturbasi adalah suatu jalan untuk mengontrol, sebaliknya, itu adalah kehilangan kontrol. Itu seperti makan ketika sedang menjalani puasa wajib, dan itu merupakan dosa yang memerlukan tobat. Itulah sebabnya Nabi (s) bersabda bahwa pernikahan adalah separuh dari agama, jadi pria dan wanita harus mengontrol syahwat mereka dengan jalan yang halal baik lajang maupun sudah menikah.

3. Di dalam ruang terbuka, menghadap kiblat tidak diperbolehkan ketika buang air, tetapi di dalam ruang tertutup, itu tidak masalah. Ini ditunjukan dengan beberapa hadis yang mengatakan bahwa Nabi Suci (s) mengadap kiblat ketika beliau berada di ruangan tersendiri.

Dan Allah Maha Mengetahui.

Hajj Gibril Haddad

http://eshaykh.com/halal_haram/86799/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: