Harut dan Marut

Pertanyaan:

Assalamu Alaikum Shaykh,

Saya ingin bertanya mengenai kisah malaikat Harut dan Marut… saya sungguh bingung dengan kisahnya, mengapa Allah mengirimkan mereka ke dunia?

Jawaban:

wa `alaykum salam,

Allah menjawab pertanyaan Anda di dalam kitab suci al-Qur’an. Allah menginformasi kita di dalam Surat al-Baqarah 2:102, bahwa orang-orang yang mempelajari sihir, pertama mereka diberi peringatan bahwa jika mereka melakukannya, mereka akan menjadi kufur dan menghancurkan kehidupan akhiratnya sebagai ganti apa yang mereka peroleh di kehidupan duniawinya, “Dan amat keji perbuatan mereka dengan menjual dirinya dengan sihir, jika mereka mengetahuinya!”. Begitu banyak orang yang melakukannya, mengetahui bahwa mereka telah menjual jiwa mereka. Semoga Allah melindungi kita darinya.

Ibn Katsir, di dalam Tafsir berkata:

Sunayd berkata bahwa Hajjaj berkata bahwa Ibn Jurayj mengomentari Ayat ini (2:102), “Tidak ada yang beranit mempraktikkan sihir kecuali orang yang kafir. Sedangkah untuk fitnah, itu melibatkan percobaan dan kebebasan dalam memilih.” Para ulama yang menyatakan bahwa mempelajari sihir adalah kufur mendasarkan pada ayat ini sebagai buktinya. Mereka juga menyebutkan hadis bahwa Abu Bakr Al-Bazzar mencatat dari `Abdullah, yang menyatakan, “Barang siapa yang datang kepada para peramal atau penyihir dan percaya dengan apa yang dikatakannya, ia akan menjadi kufur terhadap apa yang turunkan oleh Allah kepada Muhammad (s).” Hadis ini mempunyai sanad yang autentik dan ada hadis lain yang mendukungnya.

Dan ini tidak berbeda dengan ujian lainnya di dalam kehidupan ini, yang dengannya Allah menguji iman kita, karena ujian itu seringkali melibatkan pilihatn antara sesuatu yang dilarang atau dibenci oleh Tuhan kita dan sesuatu yang diperbolehkan atau dianjurkan. Ujian lain melibatkan pemilihan moral yang terbaik.

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/quran-tafsir/harut-and-marut/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: