Wudu setelah Ghusl (Mandi)


Pertanyaan:

786
As Salaam Alaykum!

Seorang saudara di Siprus mengatakan kepada saya bahwa setelah Ghusl (mandi) kita diwajibkan untuk melakukan wudu, karena di dalam Ghusl bagian pribadi kita tersentuh, hal itu termasuk yang membatalkan wudu. Apakah benar? Mohon nasihatnya mengenai hal ini. Semoga Allah membalas usahamu dan memberkati Sayyid Syekh Hisyam dan semuanya!

Wa Salaam

Jawaban:
wa `alaykum salam,
Jika seseorang melakukan ghusl dengan niat untuk menghilangkan najis dan mensucikan diri untuk melakukan salat, dsb, maka ghusl itu sudah cukup. Tetapi jika seseorang melakukan mandi tanpa niat untuk mensucikan diri, maka diperlukan wudu sebelum salat.

Imam Senad Agic
Head Imam (IABNA)
The Islamic Association of Bosniaks in North America
American Islamic Center – Chicago

http://eshaykh.com/ibadat-worship/salat-prayer/wudu-after-ghusl/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: