Pikiran Jahat tidak Terkontrol, Perlu Pertolongan Segera


Permohonan:

Assalamu Alaikum, saya mempunyai penyakit kalbu dan tidak tahu apa yang bisa saya lakukan, saya seperti berada di dalam peperangan besar. Pikiran jahat, kotor, dan menyakitkan itu selalu muncul setiap saat di dalam semua kegiatan ibadah dan situasi yang berhubungan dengan keimanan. Saya melakukan ibadah wajib dan juga sunnah.

Sekarang saya dalam keadaan terburuk karena ia menyerang segala sesuatu. Saya sungguh ingin bertakwa, mencintai dan menghormati Allah, Nabi (s), keluarga dan sahabatnya, serta orang-orang yang saleh. Saya berlindung kepada Allah dari kejahatan diri saya sendiri, dan juga dengan jalan berselawat, menampar diri saya sendiri, berwudu dengan air es yang dingin untuk menyadarkan dan membangkitkan diri saya untuk menghentikan kekacauan yang saya lakukan, tetapi sangat sulit untuk mengeluarkan pikiran jahat dari kepala saya. Saya tidak menginginkan hal ini, saya ingin menjadi orang yang imannya kuat. Mohon doakan saya dan keluarga saya agar diberi kekuatan iman. Wa AssalamuAlaikum, terima kasih.

Tanggapan:
wa `alaykum salam,

Syekh Ahmad ibn Abi’l-Hawari berkata, “Aku mengeluh pada Syekh Abu Sulayman ad-Darani mengenai sang pembisik. Ia berkata, “Jika engkau ingin agar ia pergi, maka setiap kali engkau merasakannya, bergembiralah. Jika engkau gembira, ia akan meninggalkanmu sendiri karena Setan tidak membenci apapun melebihi kebenciannya pada kegembiraan orang-orang yang beriman. Jika engkau merasa tertekan karenanya, ia malah akan bertambah.” (al-Jawahir al-Hisan)

Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani mengajarkan bahwa ketika seseorang terkena pikiran-pikiran kotor secara terus-menerus, khususnya menyerang orang-orang yang dicintai Allah, ini dikenal sebagai “Maqam yang penuh warna, Maqam at-Talwiin. Di maqam tersebut, sang pencari senantiasa berganti “warna”. Syekh Hisyam mengajarkan bahwa Syekh membersihkan kalbu murid dari lapisan-lapisan pengotor (najis) yang terakumulasi dan ketika kotoran itu dihilangkan, ia melewati kalbu seperti sebuah bisikan. Pada saat itu, Mawlaha Syekh Hisyam mengajarkan bahwa seseorang harus mengucapkan istagfirullah dan berhati-hati agar tidak mengikuti pikiran jahat, tetapi dengan istighfar itu, ia memohon ampun dan membiarkan (kotoran/bisikan) itu pergi. Dengan cara itu, pengaruhnya akan menurun, insya-Allah. Dan Allah Maha Mengetahui.

Syekh Hisyam menulis di dalam The Sufi Science of Self-Realization:

{Bertakwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarimu.} (Suratu ’l-Baqarah, 2:282).

Jika kalian gagal belajar melalui ketakwaan dan keikhlasan, kalian akan tersesat, tidak mampu menyebrangi hutan belantara dari negativitas diri kalian. Kadang-kadang di dalam hutan, pepohonan tumbuh saling berdekatan dan rapat sehingga bahkan kalian tidak bisa bergerak—jalannya menjadi sangat sulit.

Mursyid tidak memblokade bisikan-bisikan setan pada kalian. Mereka ingin agar kalian mengembangkan kemampuan untuk memblokade bisikian-bisikan itu sendiri. Ketika kalian pada akhirnya mencapai level murid sejati, barulah mereka akan memblokade bisikan-bisikan itu. Murid sejati adalah bagaikan receiver (alat penerima) bagi Syekh; mereka melihat melalui mata mereka, mereka mendengar dengan telinga mereka, mereka bertindak dengan tangan mereka.

Dalam kehadiran sang Mursyid, sindiran-sindiran gelap yang tak terhingga masuk ke dalam kalbu; ia menyebabkan semua gossip ini “ter-upload”. Mereka terangkat dari dalam kalbu dan kemudian dibersihkan.

Untuk membuat kalbu kalian kembali ke keadaan semula yang murni, mursyid akan “memformat ulang hard drive” kalian. Data-data dosa lama akan dibersihkan, tetapi dalam prosesnya ini akan muncul di dalam layar kesadaran kalian. Agar tidak terhambat oleh gambaran-gambaran negative dari masa lalu ini, murid harus terus mengucapkan, “Aku memohon ampunan Allah (astaghfirullah)” selama pikiran-pikiran jahat/kotor itu masih ada.

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/prayer_request/evil-thoughts-out-of-control/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: