Doa Ayatul Kursi


Pertanyaan:

AOA,
Saya melihat video Imam Mahdi di suvilive mengenai doa ayat Kursi. Saya masih belum jelas mengenai detail dari doa ini. Suara orang yang berbicara di video hanya terdengar samar-samar. Pertama ia berbicara mengenai mimpi Mawlana kemudian pada bagian akhir video, ia mengubah ceritanya menjadi berbicara mengenai doa. Saya tidak melihat adanya keterkaitan antara mimpi dan doa itu. Sepertinya ia berbicara mengenai tiga hal yang berbeda. Saya ingin mengetahui siapa, apa, kapan dan di mana doa itu.

Jawaban:

Untuk memahami suhbat itu, Anda perlu mengenal gaya bicara Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani. Di sini beliau menyampaikan apa yang berasal dari Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani apa yang terjadi padanya pada malam Laylat al-Qadr, dan menyambungkannya dengan apa yang terjadi pada dirinya (Syekh Hisyam), di sini, di Amerika pada malam yang sama. Syekh Hisyam terinspirasi untuk membaca nama-nama dari khulafa Sayyidina al-Mahdi dan kesembilan Shuyukh al-Islam. Pada malam yang sama, Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani mengalami visi (penglihatan spiritual) di mana beliau berada di dalam hadirat Nabi (s).

{Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q) mengatakan,}

Dan di mana Nabi (s) bersabda, sebagaimana yang dikatakan oleh Mawlana Syekh, “Wahai anakku! Ya waladii, kami telah membusanaimu dengan busana yang belum pernah dipakaikan sebelumnya. Busana itu adalah untuk saat itu (sebagaimana setiap abad mempunyai busananya masing-masing). Kami telah menyandangkanmu dengan sebuah busana yang dapat melindungimu dan para pengikutmu dari intiqaamallah, pembalasan Allah di dunia. Beliau berkata, “Hukuman telah datang. Tidak ada lagi tempat yang aman di bumi ini. Tidak ada satu presiden atau raja atau pemimpin pun yang dapat menghentikan apa yang akan terjadi. Itu berada di luar kekuasaannya. Sekarang segala sesuatu berada di tangan para awliyaullah dan kami membusanaimu itu untuk mengemban tanggung jawab, mengikuti jejak Mahdi (as).


Dan Mawlana Syekh Nazim, segera setelah hal itu dikatakan, beliau melihat semua khulafa Mahdi (as) dan semua deputinya datang, satu demi satu.


Pada malam itu di sini [di Burton, Michigan], orang-orang yang berada di sini, saya tidak tahu, saya menyadari bahwa kita telah melakukan salat tarawiih dan Salat asy-Syukr dan Salaat at-Tasbiih, dan kemudian datang ke dalam kalbu saya untuk membacakan nama-nama Khulafa al-Mahdi (as). Itulah yang masuk ke dalam kalbu saya dan…

Mawlana memberikan itu sebagai informasi umum kepada orang-orang agar mengetahui nama-nama tersebut. Sehingga beliau menginspirasikan kepada kita untuk membaca nama-nama itu dan nama-nama Syaykhu ‘l-Islam, mereka ada sembilan. Dan saya tidak tahu bahwa beliau telah pingsan pada saat itu. Jadi pada saat beliau pingsan, kemudian Allah membusanainya dengan busana dan makna dari hadis Nabi (s) laa darara wa laa diraara fi’l-Islam, “Tidak ada yang menyakiti dan tidak ada pembalasan di dalam Islam.”


Itu artinya jika seseorang membuat darara bagi kalian, menyakiti kalian, kalian tidak boleh pergi dan meledakan orang lain. Jadi itu artinya, tidak ada sesuatu yang membahayakan dan kalian tidak dapat menyakiti orang lain, jadi beliau dibusanai dengan busana itu dan ke-40 khalifah, barang siapa yang ingin melakukan darara kepada seseorang, itu tidak akan diterima dan mereka akan mendapat balasan dari khalifah-khalifah itu, dan jika seseorang pergi dan membalas dendam terhadap orang yang tidak bersalah atas beberapa kerusakan yang mereka lakukan, mereka akan menjadi…. Dan itulah sebabnya beliau mengatakan itu berada di luar kekuasaan. Hal itu berada di tangan awliyaullah dan bukan di tangan para pemimpin, atau raja atau presiden. Itu berada di tangan Nabi (s), apa yang beliau (s) katakan kepada mereka, mereka akan melaksanakan perintah itu. Dan untuk mengikuti perintah itu, mereka tidak memerlukan apa-apa, tidak perlu senjata, pisau, bahkan tongkat. Mereka hanya mengirimkan sinyal ke dalam kalbu dan mereka dapat menjangkau setiap orang. Dan beliau berkata, “Dari tajali itu,” dan beliau menyebutkan sebuah nama, tajali itu, beliau berkata, “Aku membusanai semua pengikutku dengan tajalli hifzh, tajali perlindungan, sehingga mereka akan dilindungi.” Dan beliau berkata, “Siapapun yang berbicara hari ini, jika ia berada pada haqq, kebenaran, dan ia berasal dari haqq, maka ia akan mengikuti jalan Naqsybandi dan selain dari itu, tidak akan ada tarekat yang lain daripada Naqsybandi dan Sayyidina al-Mahdi adalah seorang Naqsybandi. Karena itu adalah jalan Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq:


إ إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُواْ السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


Illaa tanshuruuhu faqad nasharahu Allahu idz akhrajahu alladziina kafaruu tsaaniya itsnayni idz humaa fi ’l-ghaari idz yaquulu li-shaahibihi laa tahzan inna Allaha ma`ana fa-anzala ’Llahu sakiinatahu `alayhi wa ayyadahu bi-junuudin lam tarawhaa wa ja`ala kalimata alladziina kafaruu as-suflaa wa kalimatu llahi hiya al-`ulyaa w ’Allahu `aziizun hakiim


{Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quraan menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.} (Surat at-Tawbah, 9:40)


Nabi (s) berkata bahwa sesungguhnya Allah bersama kita, di sana Sayyidina Abu Bakar adalah Sahabat Nabi (s) dan Sahabat Nabi (s) yang sekarang adalah Sayyidina al-Mahdi (as) dan Sahabat al-Mahdi (as) adalah para menteri-menterinya dan Mawlana Syekh adalah salah satunya. Mereka melaksanakan perintah-perintah ini sehingga dibusanai dengan perlindungan. Dan beliau berkata bahwa itu bukan karena nama Naqsybandi, tetapi karena Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq yang merupakan Sahabat Nabi (s) dan beliau adalah ash-Shaadiq, beliau meraih level Shiddiq, dan tidak ada orang lain yang mencapai level itu.


Dan Sayyidina al-Mahdi (as) mewarisi rahasia-rahasia ini dari Abu Bakr ash-Shiddiq. Beliau adalah khalifah Nabi (s) yang pertama dan pada abad terakhir di bumi, Sayyidina al-Mahdi adalah khalifah Nabi (s) di bumi sekarang. Itulah sebabnya beliau disebut ash-Shiddiqu ’l-Asghar. Meskipun beliau adalah cucu dari Nabi (s). Ada Shiddiq al-Akbar yang merupakan Sayyidina Abu Bakr, dan ash-Shiddiqu ’l-Asghar. Beliau bukanlah junior atau asghar dalam arti lebih kecil, tetapi beliau adalah asghar dalam makna simbolik, yaitu bahwa beliau datang (belakangan) di zaman ini. Kendati beliau adalah cucu Nabi (s), tetapi beliau dianggap sebagai Shiddiq junior, dan otoritas itu diberikan pada malam Laylat al-Qadr tahun ini untuk mengencangkan suara pada 27 Ramadan untuk bertakbir, mengucapkan Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Dan sebagaimana beliau melihat visi spiritual ini, Mawlana Syekh melihatnya terbuka dan beliau melihat bahwa Laylat al-Qadr bersinar dan beliau bermunajat di mana tidak seorang pun yang dapat memahaminya kecuali para awliyaullah, (Imam) Mahdi (a) dan Nabi (s).


Dan beliau berkata, “Ini adalah kabar gembira bagi semua pengikutku, dan ini adalah waktunya berdagang dan perdagangan terbaik sekarang adalah sedekah, yaitu memberi fii sabiilillah (memberi di jalan Allah) dan bentuk terbaik adalah memberi dari harta benda, sedekah itu tidak akan dibalas 7 kali lipat atau 10 kali lipat atau 700 kali lipat sebagaimana yang telah disebutkan, pahala kalian akan ditingkatkan tanpa batas! Seseorang yang memberi di jalan Allah, akan dibalas dengan balasan tak terhingga. Dan beliau berkata bahwa bentuk sedekah yang paling produktif dan paling diterima yang dapat dilakukan oleh orang-orang adalah menyebarkan ajaran Tarekat Naqsybandi. Jika seseorang dapat menyebarkan ajaran itu melalui berbagai media, buku, atau rekaman, atau TV atau radio, atau apapun, maka ia akan dituliskan sebagai orang yang termasuk Shiddiqiin, sebagaimana disebutkan:


مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقًا


Wa man yuthi ‘illaaha wa ‘r-rasuula fa ulaaika ma’a alladziina an’ama Allaahu ‘alayhim mina ‘n-nabiyyiina wa ‘sh-shiddiiqiina wa ‘sy-syuhadaa-i wa ‘sh-shaalihiina wa hasuna ulaaika rafiiqaan


{Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya!} (Surat an-Nisaa, 4:69)


Ia akan menjadi golongan orang-orang itu yang akan bersama Nabi (s) pada Hari Kiamat. Semoga Allah mengampuni kita dan mendukung kita.

Kemudian beliau memerintahkan saya untuk memberikan doa itu dan tertulis: a`uudzu billah mina ‘sy-syaytani ‘r-rajiim Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim, yang merupakan doa Ayat al-Kursi

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/sufism/dua-of-aytul-kursi/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: