Sunah dalam Memakai Cincin


Pertanyaan:

Assalamu’alaykum ww yaa Syekh Gibril,

Sehubungan dengan artikel pada eshaykh: http://eshaykh.com/womens-issues/rings-and-covering/

Dikatakan bahwa disunahkan bagi pria untuk memakai cincin pada jari kelingking, namum kita juga melihat bahwa Mawlana Syekh Nazim (q) dan Mawlana Syekh Hisyam (q) memakainya pada jari manis, mohon pencerahannya.

Terima kasih, wassalam,

Jawaban:

wa `alaykum salam,

Artikel yang Anda maksud menyebutkan dua hal. Jawaban berikut hanya tertuju pada hal kedua.

Pernyataan Imam al-Nawawi, “Muslim sepakat bahwa pria disunahkan untuk memakai cincin mereka pada jari kelingking” adalah berdasarkan hadis, “Nabi Suci (s) memakai cincinnya pada jari kelingking di tangan kirinya” (Sahih Muslim, Sunan al-Nasa’i, Musnad Ahmad dsb.). Namun demikian, ini bukan berarti merupakan hal yang ekslusif, melainkan bahwa siapa yang melakukan hal ini berarti mengikuti sunah.

Sedangkan untuk pemakaian cincin pada jari manis (baik di tangan kiri maupun tangan kanan), ada pendapat yang berbeda, baik yang setuju maupun yang menentangnya.

Syekh `Abd Allah al-Lahji di dalam Muntaha al-Sul (1:547), yang merupakan komentar besarnya pada Wasa’il al-Wusul ila Syama’il al-Rasul, dari al-Nabhani mengatakan bahwa, “Tidak ada hadis apapun yang menyebutkan tentang jari manis, apakah diriwayatkan dari Nabi (s) atau salah satu Sahabat… oleh sebab itu sunahnya adalah memakainya pada jari kelingking.”

Namun demikian, klaim bahwa tidak ada hadis seperti itu (yang menyebutkan jari manis) adalah tidak benar karena ada hadis-hadis sebagai berikut:

(i) Hadis dari Sayyidina `Ali (semoga Allah memuliakan wajahnya), “Nabi (s) melarangku untuk memakai cincin di jari ini dan jari ini,” dan beliau menunjuk jari telunjuk dan jari tengah (Sahih Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa (memakainya di) ibu jari, jari manis dan jari kelingking adalah dibolehkan;

(ii) Hadis dari Abu Musa al-Asy`ari (r): “Nabi (s) melihatku memindahkan cincinku dari jari telunjuk ke jari tengah dan beliau berkata, “Memakai cincin hanyalah untuk jari ini dan jari ini,” dan beliau menunjuk pada jari kelingking (khinsir) dan jari manis (binsir) (Musnad al-Ruyani 1:324 §490). Hal ini menegaskan hadis sebelumnya untuk penggunaan jari manis dan jari kelingking, tetapi tidak termasuk ibu jari.

Oleh karena itu posisi yang benar adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Syekh Sulayman al-Jamal di dalam komentarnya pada Syama’il-nya al-Tirmidzi di mana beliau berkata, “Sunah telah terpenuhi sepanjang cincin dipakai pada salah satu dari kedua jari terakhir dari tangan,” sebagaimana yang telah kami sebutkan di dalam artikel (http://eshaykh.com/uncategorized/wearing-stones/).

Hajj Gibril Haddad

http://eshaykh.com/sunnah/the-sunnah-location-of-a-ring/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: