Tidak Mengikuti Khatm Khwajagan Mingguan dan mengenai Doa


Pertanyaan:
Wahai Syekh, Assalamulaykum,
Semoga kedamaian senantiasa tercurah untuk semuanya,
Menyesal sekali saya mengatakan bahwa saya telah absen dalam zikir Khatm Khawajagan mingguan. Apa yang harus saya lakukan?

Apakah saya boleh melakukan wirid harian untuk tahap pemula lebih dari sekali dalam sehari, dan apakah itu dapat dilakukan untuk niat tertentu, misalnya agar beberapa kegiatan yang baik dapat berlangsung?

Dapatkah Khatm mingguan dilaksanakan lebih dari sekali dalam seminggu dan dapatkah itu dilakukan dengan niat agar doa tertentu dapat dikabulkan?

Terakhir, ketika berdoa, haruskah saya mengatakan secara langsung apa yang saya harapkan, misalnya, haruskah saya mengatakan, “Ya Allah, jadikanlah aku menikah dengan si Fulan dan seterusnya…atau apakah saya harus mengatakan, “Ya Allah, buatlah aku menikah bila itu baik untukku untuk menikah dengan si Fulan dan seterusnya…” mana yang lebih baik, mohon petunjuk.

Terima kasih dan saya minta maaf atas kesalahan saya.

Jawaban:
wa `alaykum salam,
Tidak masalah untuk melakukan wirid dengan niat yang Anda inginkan. Juga tidak masalah untuk melakukan zikir Khatm Khawajagan setiap hari terhadap suatu persoalan di mana Anda terlibat di dalamnya, itu akan menjadikan berkah dan pertolongan bagi masalah itu.

Sekarang, jika Anda absen dalam khatm untuk alasan tertentu, apakah itu bepergian, melayani tamu yang penting atau karena sakit—jika Anda tidak menghadirinya, lakukanlah sendiri di rumah kapan saja, untuk menggantinya.


Anda dapat mengatakan apapun yang Anda mau, misalnya “Mudahkanlah aku untuk menikahi orang ini”, atau jika Anda ingin mengatakan, “Ya Allah, apa yang terbaik bagiku, jadikanlah agar terjadi”. Keduanya baik.

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani
http://www.eshaykh.com/sufism/missed-weekly-khatm-khwajagan-and-about-dua/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: