Kehilangan Puasa dan Salat karena Kesehatan Jiwa

Pertanyaan:
BismilLaah, salaam alaykum
Saya telah memeluk Islam sejak 14 tahun yang lalu. Saya mempunyai kesulitan
untuk berpuasa di bulan Ramadan dan untuk salat. Saya mengalami depresi yang sulit tingkat menengah dan kecemasan yang sulit. Saya menggunakan obat-obatan (Efexor 150 mg, obat penenang, dan pil tidur setiap hari).

Kecemasan saya berkembang ketika saya berusaha untuk melakukan salat 5 waktu sehari dan saya merasa kelelahan. Kemudian saya menjadi depresi karena hal itu.

Sama halnya dengan Ramadan. Jika saya bangun untuk sahur, setelah 2-3 hari
kecemasan saya bertambah parah, karena saya menjadi kurang tidur. Saya juga
harus memasak untuk keluarga dan mereka meminta masakan ini dan itu, jadi saya menjadi cemas.

Bagaimana saya membayar hilangnya 14 tahun puasa Ramadan? Itu lebih dari
setahun berpuasa. Bagaimana saya dapat memenuhi kewajiban salat saya, ribuan jumlahnya, mungkin ada 20.000 salat? Ya Allah. Bagaimana melanjutkannya, apa yang harus saya lakukan? Bagaimana menghilangkan depresi dan serangan kepanikan, serta kecemasan saya?

Jawaban:
wa `alaykum salam,
Salat harus dipenuhi. Allah Maha Pemurah, jadi ketika Anda melakukan salat fardu yang normal, tambahkan lagi dengan meng-qada satu salat yang tertinggal.
Perbuatan adalah berdasarkan niat, jadi masing-masing salat, Anda membayar satu salat yang tertinggal. Maka dalam waktu 14 tahun itu akan selesai.

Untuk Ramadan, dan berdasarkan apa yang Anda katakan, Anda dimaklumi dengan alasan kesehatan. Jadi, jika berdasarkan apa yang Anda katakan, Anda dapat membayar untuk setiap bulan yang Anda lewati. Untuk setiap hari yang Anda lewati, Anda membayar $5.00. Bayarkan dari waktu ke waktu. Berikan kepada orang miskin. Anda memiliki alasan untuk tidak berpuasa.


Syekh Muhammad Hisyam Kabbani
http://www.eShaykh.com/ibadat-worship/salat-prayer/mental-health-missed-prayers-and-fasts/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: