Ahlul Bait dan Setan


Pertanyaan:

Assalamu Alykum,
1) Dapatkah Setan datang dalam wujud seorang Wali allah? Apa yang tidak bisa
dilakukan oleh Setan sehingga kita dapat mengetahui bahwa suatu mimpi bukan
berasal dari Setan? Tolong berikan tanda-tandanya.
2) Siapa yang digolongkan sebagai Ahlul bait?
3) Apakah Quraisy, Hasymi, Alwi, Abbasi dan Aale Hazrat Ali (Radi Allah
anhu) dari istri-istri selain daripada Hazrat Fatima radi allah ta’lah
anha digolongkan sebagai ahlul bait?
4) Ketika Anda mengucapkan takbir bahwa seseorang berasal dari ahlul bait, apa
yang Anda maksudkan dengan hal ini?
5) Jika kita menyakiti seorang Sayyid secara tidak sengaja, apakah kita akan
mendapat gunaah akibat hal itu?

Dapatkah kita tidak berteman dengan Sayyid, untuk meyakinkan bahwa kita tidak menyakitinya, atau apakah hal itu tidak diperbolehkan? Maafkan saya jika saya melakukan suatu kesalahan.
Jazakallah
wasalam

Jawaban:
wa `alaykum salam,
1) Setan tidak dapat muncul dalam wujud Nabi (s), sebagaimana disebutkan dalam hadis. Selain dari itu, Setan dapat melakukan apa saja. Tetapi awliyaullah terlindung dari Setan. Namun demikian Setan dapat memasuki Surga
setelah ia diusir. Ia kembali lagi, dan dalam beberapa riwayat dikatakan, bahwa
ia kembali untuk bertemu dengan Sayyidina Adam. Jadi, ya, Setan dapat mengambil wujud apapun kecuali wujud Nabi (s), para Sahabat, dan jika kita saleh, kita dapat mengatakan awliyaullah. Tetapi kadang-kadang ia bisa menipu Anda, jadi Anda harus sangat berhati-hati. Karena Masih ad-Dajjal dapat muncul dalam wujud apa saja dan Setan seperti itu. Mereka adalah bala tentaranya.


2) Setiap orang yang mempunyai sebuah rumah disebut Ahl al-Bayt. Ahl
al-Bayt dalam lingkup yang lebih eksklusif adalah Keluarga Nabi, Sayyidina
Muhammad (s) , melalui kekerabatan secara langsung, dan termasuk cucu Nabi (s). Dalam gambaran yang lebih luas, seorang Sayyid, Hasani atau Husayni, adalah dari Ahl al-Bayt.


3) Sebagaimana yang kami katakan, setiap orang yang termasuk cucu Nabi (s)
adalah Ahl al-Bayt, dalam gambaran yang “besar”. Dalam gambar yang besar, saya termasuk Ahl al-Bayt, atau setiap orang dari Sayyidina Al-Hasan atau Sayyidina Al-Husayn. Kami ingin memperluas seluas-luasnya, itu adalah suatu kehormatan.


4) Itu artinya orang itu mengandung darah Nabi (s).

5) Saya tidak berbicara dengan jawaban yang normal, yang mungkin Anda mempunyai masalah dengan beberapa Sayyid di mana pun Anda tinggal sekarang; mereka tidak melakukan sesuatu dan sebagainya. Tetapi tugas kita adalah menghormati setiap orang yang merupakan Sayyid dari ahl al-bayt tanpa menggali apa yang mereka lakukan.

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani
http://www.eSyekh.com/doctrine/ahle-bait-and-satan/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: