Uang Kertas akan Kolaps??

Pertanyaan:

Assalam alaikom,

Saya telah mendengar dari seorang Syekh online bahwa uang kertas akan mengalami kolaps dan orang-orang akan menggunakan sejenis uang lainnya. Juga, bila Anda mempunyai uang kertas di rumah pada saat itu, maka itu tidak akan berguna lagi. Apakah ini benar atau tidak? Saya berharap pertanyaan ini dapat dijawab Insyallah.

Salam alaikom.

Jawaban:

wa `alaykum salam,

Lihatlah suhbat Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani yang berjudul “Kertas untuk Emas“.

Staff

http://eshaykh.com/sufism/paper-money-will-collapse/


Kertas untuk Mengganti Emas

Ya Kariim, ya Hayy, ya Allah

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `Aziiz Allah

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Kariim Allah

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhan Allah

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Sulthan Allah!

Subhanak, subhanak, subhanak. Kami adalah hamba-Mu, wahai Tuhan kami! Ya Sayyidi, ya Rasulallah, selawat dan salam untukmu, wahai hamba Tuhan yang tercinta! Kirimkanlah kepada kami dari napasmu yang suci untuk menghancurkan Setan dan Kerajaan Setani. Hari demi hari, saya meminta kekuatan untuk membuat Kerajaan Setani berada di bawah kaki saya. Fatiha.

Selamat datang, wahai manusia! Wahai manusia! Semoga Allah mengirimkan kepada kami dari Dukungan Surgawi, Hembusan Surgawi untuk menyingkirkan tipu daya setani, untuk membersihkan dunia ini dari Setan dan para pendukungnya!

Wahai manusia! Kalian harus mengucapkan, A`udzu billahi mina ’sy-syaythanir-rajiim. Itu artinya, “Wahai Tuhan kami! Kami berlindung kepada-Mu dari Setan dan segala tipu dayanya.” Kita katakan bahwa kita adalah hamba yang lemah, dan kita memohon Dukungan Surgawi yang dikaruniai kepada umat yang paling dihormati, yaitu umat Sayyidina Muhammad (s). Kami memohon dukungan dan seluruh awliya memohon Dukungan Surgawi karena mereka begitu lemah, lemah, dan orang-orang itu, sebagian besar bangsa, termasuk Arab dan Turki, serta Pakistan dan orang-orang Afgan, orang-orang Iran, setiap orang takut terhadap Setan dan tipu dayanya.

Dan saya memohon dari master saya, gelar master diberikan di bumi, di Surga pun ada sebutan itu. Orang-orang sekarang mengejar gelar itu. Mereka berusaha, mengerahkan segala sesuatu, untuk apa? Untuk mencapai sebuah gelar, Master Sains, ya? Ada Master Matematika, Master Astronomi, Master Literatur. Ada banyak gelar master, dan mereka mengejarnya tetapi mereka tidak meminta gelar master sejati. Mereka mengejar gelar master tiruan, seluruh gelar master dalam perbendaharan mereka, baik pria dan wanita, mereka semua bukanlah gelar master sejati. Gelar master sejati harus berasal dari Surga, jika tidak itu hanyalah imitasi, tidak ada nilainya, tidak bernilai.

Sebagaimana kita mempunyai uang. Itu adalah uang kertas, uang kertas tidak pernah ada sebelumnya, tetapi Setan membuat orang menggunakan uang kertas! Dan ketika terjadi krisis, krisis ekonomi, mereka mengatakan ada krisis, “Ooooh, kami bangkrut!” Apa yang harus kami lakukan?” Tetapi mereka tidak bertanya apa alasan sebenarnya yang menyebabkan seluruh bangsa kini terjatuh ke dalam lembah yang dalam, mereka berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri, dan mereka mengatakan, “(Ini) tidak pernah terjadi dalam sejarah umat manusia, sejak dulu hingga sekarang, krisis ekonomi yang sangat besar.” Ahhh! Dan mereka datang dan bertanya, “Oh Syekh, bagaimana pendapatmu? Apakah engkau tahu jalan keluarnya menurut pengetahuanmu, bagaimana menurutmu, bagaimana kami dapat menyelamatkan diri kami dari krisis ekonomi yang begitu besar?” Mereka datang dan bertanya kepada saya.

Saya berkata, “Wahai kalian! Kalian berurusan dengan satu sama lain, orang-orang dan pemerintah, pemerintah dengan pemerintah, orang-orang yang bekerja, orang-orang yang tidak bekerja, dan itu berlandaskan asas yang salah. Itu tidak benar, karena kalian mengubah pilar kekuasaan ekonomi.” Dan saya katakan kepada mereka, ”Wahai kalian! Bagaimana pendapat kalian bila saya katakan kepada kalian, saya bertanya kepada kalian; misalnya, ada sebuah kastil untuk seseorang dan ia berniat, karena kita hidup di abad ke-20 atau 19 atau 21, menurut prinsip ekonomi yang mereka tetapkan sekarang, beberapa orang datang dan berkata, “Oh Syekh, aku mempunyai sebuah kastil yang besar yang dibangun dengan batu. Bangunan yang sangat kokoh, di mana ia sudah digunakan sebagai kastil bagi raja atau ratu atau pangeran terdahulu, tetapi kini aku berpikir untuk menghancurkan kastil yang besar itu, lalu mengambil segala sesuatu di dalamnya dan kemudian aku akan membangun sebuah pasar di sana agar mendapat lebih banyak uang, dan segala sesuatu di kastil itu kini terbuat dari karton, karton. Aku bisa membangun bangunan yang sama tetapi bukan dari batu, aku akan mengambil batunya dan menggantinya dengan karton atau sesuatu yang seperti karton. Dan itu mudah dipakai untuk membangun, daripada membangun kastil dengan model seperti itu, yang memerlukan waktu bertahun-tahun; bila kita membangunnya dari karton, kita dapat menyelesaikannya dalam waktu beberapa hari atau minggu atau bulan.”

Dan orang-orang datang dan mendengar pidato itu, yang mengatakan, “Wahai manusia! Jangan khawatir, kita dapat meruntuhkan kastil raksasa ini. Mengambil batu-batunya lalu memberi nomor pada setiap batu dan kita akan menyimpannya; kemudian sebagai gantinya kita akan membawa karton dan membangun bangunan yang sama dari karton itu. Jika kita melakukan suatu kesalahan, kita bisa membawa batu-batu bernomor itu kembali dan meletakannya seperti semula, dengan demikian kita akan mempunyai kastil yang sama.”

Beberapa ”malaikat”nya Setan berkata, “Jangan khawatir, itu adalah ide yang bagus untuk menyimpan batu-batu itu dan meletakan karton di sana, itu bagus.” Dan mereka membangun, meruntuhkan kastil besar itu kemudian membangun kastil dari karton, dan itu terlihat seperti lebih hebat karena mereka menggunakan lebih banyak warna, tulisan dan dekorasi. Sungguh, itu lebih mudah membangunnya, dan jika orang-orang melihatnya, bangunan itu terlihat lebih megah, lupa bahwa ia terbuat dari karton, mereka tetap melanjutkannya dan berkata, ”Oh, indah sekali, kastil yang sangat megah!” dan meletakkan ruh (?) di sana. Bagaimana menurut kalian? Dan beberapa waktu kemudian sebuah badai menghantam kastil yang terbuat dari karton itu dan badai mencerai-beraikannya, melemparkan kastil itu ke laut, ke danau, ke dalam hutan, melemparkan bagian-bagiannya ke arah yang berbeda-beda. Dan orang-orang berkata, ”Apa yang terjadi?” Dan saya menyesal untuk mengatakan, krisis besar telah muncul, menghantam kastil baru dari karton itu dan sekarang kalian mencari di mana kastil itu?

Orang-orang di abad ini berusaha untuk melakukan apa yang baru saja saya katakan. Mereka berusaha untuk mengambil emas dan perak dari orang-orang dan menggantinya dengan sehelai kertas yang di antaranya bertuliskan 5 pound Turki, dan pada yang lainnya saya melihat warna yang berbeda dan bilangan yang lebih besar dan tertulis 100 pound Turki. Ukurannya hanya tiga kali lebih besar daripada 5 pound. Lalu ada juga yang ukurannya sama, tertulis 200 juta pound. Dan saya bertanya, “Wahai para ahli ekonomi, bagaimana menurut kalian? Kalian tertawa pada orang-orang, kalian menipu mereka, kalian berkata, “Kami adalah ahli ekonomi, dan kami membawa sistem baru yang lebih bermanfaat bagi kalian dan bagi kami. Bawa emas kalian dan ambil kertas ini, ia mudah untuk dibawa.” “Di mana saya dapat menyimpan emas saya?” “Bawalah emas itu kepada kami, kami mempunyai tempat penyimpanan yang tak seorang pun dapat menyentuhnya karena ia dijaga dengan listrik, jika ada yang menyentuhnya, ia akan tewas. Jangan khawatir, bawalah dan ambilah satu (uang kertas).” Orang-orang berkata, “Baik, tuan.” Mereka membawa emas, perak, dan memberikannya kepada bank dan para ahli ekonomi; kemudian mereka mengambil kertas, dan sekarang apa yang mereka buat? Katakan, tipuan, tipuan, dan perangkap!

Kini mereka mengatakan, “Oh, kami bangkrut, kini kami mempunyai utang 700 miliar. Kami bangkrut.” AS, bisa bangkrut? Ya, mengapa tidak? Mengapa tidak? 700 miliar dolar kami, oh Syekh, jika itu tidak menjadi miliar, triliun habislah karena pada kertas itu hanya tertulis 700 triliun dolar. Ke mana perginya? Pada kertas! Pada kertas! Dan sekarang mereka menangis, menangis. Kita bisa mengatakan, ”Tidak apa-apa.”

Ooooh, ooooh, ooooh. Suara apa itu? Itu adalah suara serigala yang mendatangi kawanan biri-biri. Datang, datang, datang dan mengapa mereka datang? Mereka datang dan orang menangis, menangis. Mereka mengatakan, “Semua biri-birinya telah hilang dan kini kami menjadi marah sekali, apa yang dapat kami lakukan? Kami tidak bisa memakan tanaman seperti biri-biri, atau kerbau, atau bagal, atau keledai. Di mana biri-biri kami?” Jangan menanyakan biri-biri itu, mereka sudah mati. Huh? Mereka pasti menangis, awalnya pelan. Apa yang terjadi? “Biri-biri telah hilang. Apa yang akan kami makan?” “Makan rumput.” “Kami bukan biri-biri yang dapat memakan rumput, kebiasaan kami adalah memakan daging.” Makanan kami, makanan kami, … Beruang juga lebih beruntung daripada kami karena beruang masih bisa makan buah pir atau apel dan segala sesuatu bisa dimakan, binatang juga, dan mereka tidak meminta apakah itu bintang yang sudah mati atau yang masih hidup. Makan. Tetapi kami tidak bisa makan binatang yang sudah mati, apa yang terjadi dengan diri kami, oooh, habislah, habis.

(Mawlana bernyanyi)

Dumm, dumm, dumm, dumm,

Dumm, dumm, dumm, dumm,

Dumm, dumm, dumm, dumm.

(Mawlana berbicara dengan memain-mainkan suaranya) Suara apa yang tadi kita dengar? Itu adalah suara orang mati, mereka membawa binatang yang sudah mati ke kuburan, wah wah wah wah wah wah mulai menangis, orang-orang datang kepada kalian, untuk membawa kalian ke kubur kalian!

rum bom rom bom rom bom

Karena perintah raja kami adalah, kami membawa kalian ke kubur kalian karena kalian adalah pembuat onar, kami harus menyingkirkan kalian. Dan kini serigala Amerika pertama menangis, yang kedua serigala Perancis, mereka tertawa. Begitu banyak saya memberikan nasihat pada kalian. Inggris mengatakan banyak, Bank Inggris mengatakan kepada kalian, jangan ambil emas dari kalian, jangan gunakan uang kertas. Begitu sering hal itu terjadi, hal semacam itu, bahkan pertama kali manusia berada di bumi, tetapi kalian tidak mendengarkan saya.

Kemudian, kemudian, kemudian, kemudian, saya mengambil pipa saya (Mawlana meletakan miswak di tangannya, seperti sedang merokok) karena aku menyimpan semua emas, mengatakan, “Wahai Bank Inggris. Kami tidak mendengarkan raja hutan, kami adalah singa. Kami tidak mau mendengar. Makan bangkai manusia. Kami sangat senang ketika kami memakan bangkai. Ya, tuan.

Itulah sejarahnya krisis. Manakah orang pintar yang memberikan emasnya dan mengambil kertas? Tidak pernah memikirkan bagaimana akhirnya, apa yang datang karena Perintah Surgawi dari langit; Tuhan Surgawi, memerintahkan, “Wahai manusia! Jika kalian melakukan perdagangan, berikan emas dan belilah itu, berikan tembaga dan belilah itu.” Tidak pernah Tuhan Surgawi rida untuk mengganti emas dan perak dengan kertas. Itu adalah suatu peringatan, peringatan surgawi di mana suatu hari kalian akan mati dengan jalan seperti itu. Kalian tidak akan menemukan apa-apa untuk dibeli atau dijual dengan kertas.

Wahai manusia! Datang dan dengarkan Perintah Surgawi dari Tuhan Surgawi. Jika kalian ingin menyelamatkan diri kalian, jangan coba-coba untuk mengadakan begitu banyak konferensi dan mengatakan, ”Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Dan mereka semua mempunyai ladang emas tetapi mereka menertawai orang-orang dan mengatakan, ”Apa yang akan kami lakukan, uang kertas kami sudah habis.” Apa yang dapat kita lakukan, wahai manusia? Wahai manusia! Apa pendapatmu, tuan? Untuk menyelamatkan dunia? Wahai Yang Mulia, ketahuilah bahwa kami telah memikirkannya sejak awal krisis, ya tuan, tetapi krisis sudah dimulai sejak awal abad ini ketika kalian mengganti emas dengan uang kertas. Ya tuan, tetapi itu untuk melakukan segala sesuatu menurut ide kami, ide baru, karena kami berpikir untuk membangun sebuah sistem baru di bumi. Tetapi saya menyesal untuk mengatakan itu seperti sebuah sila, senapan, yang tidak akan maju, melainkan kembali lagi, karena kita tidak tahu apa-apa untuk menyelamatkan diri kita. Wahai saudara kami, jangan katakan bahwa kita tidak tahu, kita tahu begitu banyak hal, tetapi bila kita melakukannya… sistem ekonomi baru, ya tuan.

(Suara terputus)

Jangan khawatir tuan, kas kita penuh dengan emas dan kita memberi janji-janji kepada orang-orang bahwa, “Wahai manusia, jangan khawatir setelah dua bulan, kami akan memberi kalian 10 kali lipatnya. Kalian semua setuju?” “Ya tuan, kami ingin 20 kali lipat lebih banyak,” “Tidak tuan, kami dapat memberi kalian 100 kali lebih banyak. Ya tuan, ya tuan. Semuanya setuju?” “Ya tuan. Kami lihat bahwa setelah 100 tahun kami dapat memberi orang 1000 kali lebih banyak.” “Jangan katakan 1000 kali, itu terlalu banyak.” “Tidak apa-apa, kami hanya menulis, bahkan kalian dapat menuliskannya.” Setelah 100 tahun, kalian datang dan mengatakan, “Di mana 1000 kali lipatnya itu?” Huh? Siapa yang hidup di masa itu? Kita sudah berada di kuburan dan mereka juga berada di kuburan yang lain.

Itu adalah benar, hip hip hore, hip hip hore, hip hip hore! Salut untuk kalian semua, selesai. He he he.

Apa yang kita katakan sekarang? Saya lupa, karena saya tidak mempersiapkan sesuatu tetapi saya hanya meneruskan, apa yang dating (ke dalam kalbu), saya harus mengatakannya. Itu seperti teater. Dua teater. Kami berada di bawah kendali surgawi sekarang, apa yang mereka katakan, saya harus mengatakannya. Karena saya menyalahkan seluruh bangsa, untuk apa? Oh Syekh, agar tidak mengirimkan saya uang kertas untuk membuat propaganda bagi uang mereka. Jika tidak mengirimkan, saya membuat tanda X pada pohon ek mereka.

Semoga Allah mengampuni kita dan mengirimkan kita seseorang yang suci untuk memperbaiki segalanya, karena segala sesuatu di dalam kehidupan manusia sekarang berada di jalan yang salah. Tuhan tidak rida dengan jalan hidup mereka dan Dia akan menghukum mereka, kemudian akan mengirimkan seseorang, Seseorang Yang Suci dari Surga, untuk memperbaiki segala hal yang salah.

Wahai manusia! Pikirkanlah hal itu. Pikirkanlah itu. Dunia ini… (adzan berkumandang) apakah ia baik-baik? Bahagia atau tidak? Mendengar dan bahagia.

(Sultan bernyanyi)

Dumm, dumm, dumm, dumm,

Dumm, dumm, dumm, dumm,

Dumm, dumm, dumm, dumm.

Wahai manusia! Datang dan dengarkanlah kami. Saya bersama kalian, mendengar. Orang-orang suci dari langit datang untuk kalian. Mereka dapat membimbing kalian menuju jalan Surgawi Jika tidak, seluruh tanggung jawab akan berada di pundak kalian, harus, dan tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari jalan yang salah. Kalian bisa menangis di sini, atau melalui kuburan dan alam kedua di mana Tuhan Surgawi memanggil kalian untuk penghitungan kalian. Semoga Allah mengampuni kita.

Dumm, dumm, dumm, dumm,

Dumm, dumm, dumm, dumm,

Dumm, dumm, dumm, dumm.

Dumm” artinya teruslah/lanjutkan di jalan yang benar, kalian akan bahagia. Jadilah orang yang benar, dan kalian akan selamat di dunia dan akhirat. Amiin. Fatiha. La illaha illAllah, tawbah ya Rabbi, tawbah astaghfirullah, tawbah astaghfirullah! Fatiha.

http://www.sufilive.com/print.cfm?id=1736&lc=EN



About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: