Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Pertanyaan:

Assalamou aliakoum,
Ramadan moubarak
dan semoga Allah memberkati Anda semua.

Jika seseorang berniat untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal, dan pada saat yang bersamaan ia berniat untuk mengada (mengganti) puasanya yang terlewat, apakah hal itu dibolehkan? Atau apakah ia harus mengada puasanya dulu, baru berpikir tentang puasa Syawal. Pertanyaan lainnya, kapankah ia bisa memulai puasa Syawal tersebut? Apakah setelah Ied? Terima kasih.

Jawaban:

wa `alaykum salam,

Seingat saya Mawlana Syekh Nazim berkata bahwa puasa enam hari di bulan Syawal dapat berlaku sebagai puasa qada sekaligus. Biasanya Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani memulai puasa Syawal satu hari setelah Ied (yakni mulai hari kedua di bulan Syawal) dan Allah Maha Mengetahui.

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/sunnah/the-six-days-of-shawal-after-aid/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: