Mencintai Istri Saya Lagi

Pertanyaan:

Asalaam, Saya seorang murid Syekh Nazim dan saya berusaha untuk melakukan wazifa saya setiap hari dengan sebaik-baiknya dan alhamdulillah saya merasakan kedamaian di dalam hati. Tetapi kadang-kadang saya merasa malas dan tidak melakukan salat sama sekali, mohon mintakan kepada Mawlana untuk mendoakan saya agar saya diberi kekuatan di dalam salat dan dalam kehidupan saya.

Saya juga bermimpi bertemu Mawlana Syekh Nazim dan saya cium tangannya, dapatkah Anda mengatakan apa maknanya?

Dan saya telah menikah selama 1 tahun, tetapi lambat laun cinta saya terhadap istri saya mulai menghilang karena kami sering bertengkar mengenai keuangan dan hal-hal kecil, dan ia juga tidak terlalu tertarik pada saya. Sebelum menikah kami saling mencintai tetapi sekarang berbeda, mohon mintakan kepada Mawlana untuk berdoa bagi kami agar perkawinan kami berhasil. Jazakallah,

sampaikan salam saya kepada Mawlana Syekh Nazim dan Syekh Hisyam.

Jawaban:

wa `alaykum salam,

Insya-Allah Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani akan berdoa untuk Anda. Anda harus menolong Mawlana untuk menolong Anda dengan jalan melaksanakan salat Anda.

Mencium tangan Mawlana maknanya menuruti perintahnya, dan perintah pertama beliau adalah, “Jagalah Syariah!”

Subhanallah berapa banyak orang yang mengeluh bahwa mereka mempunyai masalah di dalam kehidupannya dengan keluarga mereka, dengan keuangan mereka, tidak mempunyai pekerjaan, dengan imigrasi mereka, tetapi kemudian mereka berkata, “Aku malas untuk salat.” Allah tidak meminta apa-apa dari hamba-hamba-Nya, kecuali ibadah, kemudian Dia menjamin rezeki mereka:

مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka, dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. (Adz-Dzariyat, 51:57)

Bagaimana Anda tidak bertengkar dan kehilangan “perasaan cinta” ketika Anda tidak menegakkan pekerjaan Anda sebagai suami? Tugas pertama Anda adalah mematuhi perintah Allah swt: syahadat, salat, zakat, sawm dan haji. Tanpa pilar atau rukun ini, pernikahan yang merupakan suatu sunnah bukannya fardu, tidak akan berjalan yang baik, karena ia tidak mempunyai fondasi. Hal itu seperti datang ke masjid pada waktu Zhuhur, kemudian salat sunah 2 rakaat, lalu pergi tanpa melakukan salat fardu.

Semoga Allah mengampuni kami dan Anda, dan semoga Allah menolong kami dan Anda; semoga Allah memberkati Anda dan kami.

Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/dreams/loving-my-wife-again/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: