Wirid Harian

Pertanyaan:

assalamualaikum,

Kapankah waktu yang baik untuk melaksanakan wirid harian saya?

Jawaban:

wa` alaykum salam,

Saya ingat ketika saudara saya Syekh Adnan dan saya masih muda, Grandsyekh mengatakan kepada kami untuk melakukan wirid antara `Ashar dan Maghrib, Maghrib dan `Isya’ dan pagi hari sampai waktu isyraq, dari setengah jam atau satu jam sebelum Subuh sampai isyraq, dan beliau berkata, “lakukan pengasingan diri.” Beliau mengatakan kepada kami agar menutupi diri kami dengan kain seprai atau selimut. Ketika Anda menutupi diri Anda sendiri, Anda tahu bahwa Anda berada dalam batasan-batasan; ini adalah makam duniawi Anda. Anda tidak bisa keluar sebelum menyelesaikan wirid Anda. Kita menutupi diri seolah-olah mengasingkan diri, memutuskan diri kita dari kehidupan normal, di dalam kotak persegi itu. Anda tidak dapat bergerak ke kanan atau ke kiri ketika sedang melakukan wirid Anda. Jadi koneksi kepada Syekh Anda ketika Anda sedang melakukan wirid akan membawa Anda ke hadirat Nabi (s), dan dari hadirat Nabi (s), beliau membawanya ke Hadirat Allah (swt).

Anda duduk di dalam selimut. Jika panas, gunakan kain yang tipis, karena Setan mengatakan kepada Anda, “Kau kepanasan, lepaskan itu.” Di dalam setiap ibadah ia datang untuk mengatakan kepada Anda agar berhenti melakukannya. Saya biasa melakukannya dengan suara nyaring—Anda dapat melakukannya dengan suara nyaring (jahar) atau khafi, dalam hati, tetapi ketika Anda melakukannya dengan suara nyaring, Anda dapat menghentikan gosip yang masuk, karena Anda bermeditasi pada apa yang Anda baca.

Dengan menutupi diri Anda, seolah-olah Anda mengisolasi diri Anda sepenuhnya dari dunia luar. Anda merasakanya kenyamanan di sana, hari demi hari. Kunci itu adalah salah satu kunci yang kita perlukan di dalam perjalanan kita.

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani

[dikutip dari Who Are the Guides, dan sebuah shuhbat tanggal 17 November, 2007]

http://eshaykh.com/sufism/daily-awrad-5/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: