Adab mengenai Ijazah



Pertanyaan:
Salaam O Alaykum wr wb wahai Awliya yang sangat kami hormati.
Jika seorang murid Sultan ul Awliya Mawlana Sayyidi Syekh Muhammad Nazim Al Haqqani menerima ijazah dari Syekh lainnya di dalam ilmu Islam [Fiqh] dan ingin mengajarkan ilmu-ilmu ini, bagaimanakan adab murid tersebut? Apakah murid itu perlu meminta ijazah dari Sultan ul Awliya Mawlana Sayyidi Syekh Muhammad Nazim Al Haqqani untuk mengajar?
JazakAllah Khayran
Ma’Salaama
Jawaban:
`alaykum salam
Menerima ijazah di bidang Fiqh adalah suatu pembukaan di mana murid harus berterima kasih kepada Allah, berselawat kepada Nabi (s), dan menjaga hubungan dan kecintaannya terhadap Mawlana sehingga cahaya bimbingan beliau akan bersinar di dalam ilmu yang ingin dipraktikkan oleh murid tersebut. Murid sebaiknya tidak meminta ijazah untuk mengajar kepada Mawlana, tetapi anggaplah bahwa izin itu telah diberikan kepadanya. Namun demikian, ia harus membayangkan dirinya berada di dalam pandangan/pengawasan Mawlana ketika ia mengajar dan ia harus bergantung kepada Allah (swt) dan meminta petunjuk yang benar dan inspirasi sejati.
Hajj Gibril Haddad

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: