Apakah Hajar al-Aswad itu?


Pertanyaan:
Salam Alaikum Moulana,
Saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai batu Hajar al Aswad di Mekah. Sebagian orang mengatakan bahwa itu adalah meteorit, yang lain mengatakan bahwa itu adalah malaikat Allah. Saya jadi penasaran apakah Hajar al Aswad itu? Apa pentingnya ketika menyentuh dan mencium batu itu? Mohon dukungannya agar saya dapat lebih mengenal Ka’bah. Saya menunggu jawabannya. Mohon disampaikan salam kepada Moulana Sheikh Nazim dan kepada Moulana Sheikh Hisham. Semoga Allah memberkatimu dengan umur yang panjang.
Terima kasih.
Salam Alaikum
Jawaban:
wa `alaykum salam,
Menurut hadits di dalam Tirmidzi,
Diriwayatkan oleh Abdullah ibn Abbas:
Rasulullah (s) bersabda, “Batu hitam diturunkan dari Surga, lebih putih dari susu, tetapi dosa-dosa anak cucu Adam membuatnya menjadi hitam.”
Tirmidzi 808
Disebutkan di dalam Lore of Light, Volume I oleh Hajjah Amina Adil (q):
“Kemudian, Tuhan mengambil satu batu rubi merah dari Surga dan meletakkannya di tempat di mana kini Ka`bah berdiri (di Mekah). Bentuknya juga seperti Ka`bah. Di dalamnya ada dua pintu zamrud, satu menghadap Timur dan yang lain menghadap ke Barat. Di dalamnya terdapat banyak lampu dari cahaya-cahaya Surga. Tuhan memerintahkan seluruh manusia untuk bertawaf mengelilingi Singgasana-Nya. Adam (as) kemudian pergi untuk melakukan tawaf ini. Sebelum beliau memulainya, para malaikat membawa batu yang kini dikenal dengan Hajar al-Aswad (Batu Hitam), hanya saja pada waktu itu ia berwarna putih dan bersinar terang, cahaya memancar darinya seterang cahaya matahari atau bulan. Setiap tempat yang dijangkau oleh sinarnya menjadi daerah Miqat dari Haram (batas di mana orang-orang yang menunaikan haji diharuskan untuk mengenakan pakaian ihram). Kemudian, batu yang putih ini menjadi hitam, karena dosa-dosa manusia, sebagaimana yang kita temukan sekarang di bangunan Ka`bah.
….
Suatu ketika`Umar ibn al-Khattab (r) menunaikan ibadah Haji, beliau berdiri di hadapan Batu Hitam Ka’bah dan beliau bicara kepadanya, ‘Wahai Hajar al-Aswad, engkau hanyalah sebuah batu. Engkau tidak mendatangkan kebaikan dan juga keburukan, tetapi Nabi Suci (s) memberimu penghormatan yang tinggi, jadi aku juga akan menghormatimu.’ `Ali (r) mendatangi beliau dan berkata, ‘Oh `Umar, mengapa engkau berbicara seperti itu? Tuhan semesta alam telah memberi kabar kepada kita bahwa sebelumnya, Batu Hitam adalah seorang malaikat, dan ia mempunyai kesadaran. Pada Hari Perhitungan, ia akan bersaksi. Ia akan menjadi saksi bagi semua orang yang menunaikan ibadah haji, dan nama-nama mereka tertulis di dalam suatu kitab di hadapannya. Di dalam kitab itu, ia mencatat nama-nama mereka dan melaporkannya pada Hari Perhitungan, karena Hajar al-Aswad juga mempunyai mulut dan ia kelak akan berbicara.’”
Lore of Lights, Volume I – Tobatnya Adam (a.s.)
Menurut Al-Ghazali:
Dan di dalam tradisi [yang lain] Nabi (s) bersabda, “Batu Hitam adalah permata dari surga; ia akan bangkit pada Hari Perhitungan dengan mata dan lidahnya yang digunakannya untuk bicara, memberi saksi atas nama semua orang yang telah menciumnya dalam kebenaran dan ketulusan.
“[Nabi]– semoga kedamaian dan keberkahan Allah senantiasa tercurah kepadanya — sering menciumnya.” Dan dilaporkan bahwa “Beliau (s) bersujud di hadapannya” dan biasa bertawaf mengelilinginya dengan [menunggangi] unta, dan akan menyentuhnya dengan sebuah tongkat dan kemudian mencium ujung dari tongkatnya itu.” ”`Umar — semoga Allah rida dengannya –[sekali] menciumnya dan kemudian berkata, “Aku tahu engkau hanyalah sebuah batu yang tidak berbahaya dan tidak pula bermanfaat. Jika aku tidak melihat Rasulullah (s) menciummu, aku tidak akan menciummu.” Kemudian ia menangis dan sampai terisak-isak, lalu ia melihat ke sekeliling dan menjumpai `Ali [Ibn Abu Talib] — semoga Allah memuliakan wajahnya dan semoga Allah rida dengannya—dan berkata, ‘Wahai Abu al-Hassan, inilah tempatnya: di mana air mata akan mengalir dan doa-doa akan dikabulkan. `Ali berkata, ’Wahai Amirul Mukminin, memang [Batu Hitam] itu mempunyai manfaat dan kerugian. ‘Ia berkata,`Bagaimana?’ [`Ali] berkata, ‘Ketika Allah membuat perjanjian dengan anak cucu [Adam], Dia mencatatnya di dalam sebuah kitab, kemudian memasukannya ke dalam batu ini, sehingga ia akan berdiri sebagai saksi bagi pemenuhan [janji tadi] oleh orang-orang yang beriman dan pengingkaran janji oleh orang-orang kafir!” Dikatakan bahwa ini adalah makna dari kata-kata yang diucapkan oleh orang ketika mencium [Batu Hitam]:”Ya Allah, demi keimanan terhadap-Mu, iman terhadap Kitab-Mu, dan pemenuhan janji-Mu” [Aku melakukan tugas ini].
Al Ghazali; Kitab Asrar al-Hajj (Kitab mengenai Rahasia Haji)
Dan Allah Maha Mengetahui.
Yusuf Hussain

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: