Puasa



Pertanyaan:

Asalaam Alaykum .

Saya mempunyai pertanyaan untuk Syekh Hisyam. Saya dan suami mempunyai pandangan yang berbeda tentang Ramadan dan puasa. Suami saya percaya bahwa tujuan utama dari puasa adalah untuk menahan lapar sehingga kita tahu apa yang dirasakan oleh orang miskin ketika mereka lapar, sehingga itu bisa memotivasi kita memberikan uang (sedekah) kepada fakir miskin. Ia juga tidak percaya tentang bangun sahur untuk makan, dan ia percaya bahwa ia akan diberi pahala lebih bila berpuasa tanpa makan sesuatu. Lebih dari itu, ia tidak mementingkan untuk melakukan ibadah namun ia percaya bahwa ia tetap akan menerima semua pahala puasa walaupun tidak bangun sahur dan melewatkan beberapa salatnya.



Mohon nasihatnya apakah ia benar dan bagaimana etika yang benar untuk puasa. Terima kasih.



Jawaban:

wa `alaykum salam,

Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani berkata di dalam sebuah khotbah:

…ketika kalian berpuasa, kalian akan mengingat Tuhan kalian dan kalian akan ingat berapa banyak kenikmatan yang Dia berikan kepada kalian sepanjang tahun, di mana kapan saja siang dan amlam kalian dapat makan dan minum. Tetapi di bulan ini, kalian tidak bisa makan dan minum kecuali pada beberapa jam tertentu agar dapat merasakan apa yang dirasakan oleh fakir miskin.



Di dalam shuhba lainnya:

Nabiullah Sayyidina Muhammad (s) bersabda bahwa salat adalah tiang agama. dan beliau berkata, “yang menjadi pembeda antara iman dan kufur adalah salat.” Allah telah menjadikan salat sebagai suatu kewajiban, dan meminta kita semua untuk mengajarkan dan berusaha untuk memenuhinya.



Mengenai makan sahur:

Nabi (s) bersabda, “Bersahurlah, karena di dalam sahur ada berkah.” (Bukhari, Fath, 4/139).

Dan “Sahur adalah makanan yang penuh berkah, dan itu yang menjadikan perbedaan dengan para ahli kitab.”



Apakah berkah itu?

Seorang da`ii yang termasyhur menerangkan berkah sebagai berikut:



والبركة: هي ثبوت الخير الإلهي في الشيء؛ فإنها إذا حلت في قليل كثرته، وإذا حلت في كثير نفع، ومن أعظم ثمار البركة في الأمور كلها إستعمالها في طاعة الله عز وجل.



Berkah adalah melekatnya Kebaikan Ilahi pada sesuatu, jadi bila itu terjadi pada sesuatu yang kecil, maka ia meningkatkannya. Dan bila ia terjadi pada sesuatu yang lebih besar, maka ia membawa manfaat. Dan buah terbesar dari berkah dalam segala sesuatu adalah untuk menggunakannya dalam kepatuhan kepada Allah (swt).”



Di lain pihak, salah satu dari begitu banyaknya berkah Ramadan adalah menjadikan keluarga lebih dekat (akrab) dan meningkatkan cinta dan kasih sayang. Jika terjadi perselisihan dengan suami Anda mengenai hal detail seperti tadi, yang dapat mengakibatkan gesekan, lebih baik untuk tidak membesar-besarkannya, tetapi sebaiknya lebih fokus pada sesuatu yang positif dan apa yang Anda sepakati bersama dan dengan demikian Allah akan meningkatkan berkahnya, insya-Allah.



Taher Siddiqui

http://eshaykh.com/ibadat-worship/siyam-fasting/fasting-4/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: