Memahami Suluk



Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb. Syekh Gabriel Fuad Hadad

Terima kasih atas balasan emailnya darimu, kami akan berusaha untuk menjaga cinta kami terhadap Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani dan kepada Mawlana Syekh Hisyam. Ada beberapa hal yang ingin saya katakan kepadamu:



1. Ada beberapa jemaah yang masih merokok walaupun mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi, dan saya juga telah memberikan salinan shuhba Mawlana Syekh Nazim dan dari Mawlana Syekh Hisyam mengenai konsekuensi dari merokok dan juga jawabanmu mengenai rokok di eShaykh.com. Mohon doakan mereka yaa Sayyidi, agar mereka dapat berhenti merokok, apakah ada doa yang dapat dibaca agar mereka tidak lagi kecanduan rokok?

2. Saya telah belajar dari seorang guru yang bernama Al-Habib Anis bin Alwy bin bin Muhammad ibn Husein Alhabsy (SOLO), engkau telah melihat fotonya ketika bertemu Habib Novel di rumahnya. Habib Anis tidak pernah menyebutkannya kepada saya dan sejauh ini saya belum pernah mengerti makna dari kalimat: “Orang yang di dalam hidupnya tidak pernah bertemu dengan seorang yang saleh, doanya untuk kehidupan di dunia tidak akan diterima,” barangkali engkau dapat menjelaskan kepada saya yaa Syekh?

3. Mengenai suluk, mohon dijelaskan kepada kami mengenai suluk. Di Indonesia suluk dilakukan di mana saja? Bagaimana dengan kami yang belum pernah mengikuti suluk?

4. Bagaimana kaifiyah (tata cara) untuk melakukan wazifah? Mengenai waktu, kapan membacanya, dan bagaimana posisi duduknya?

Terima kasih banyak atas perhatiamu Syekh.

jazakumulloh khoiron katsiron,

wassalamu’alaikum wr. wb.



Jawaban:

Wa `alaykum as-Salam,

`Ulema dan para Awliya telah mengatakan bahwa merokok sigaret sama saja dengan mengulum bara api di dalam mulut seseorang, jadi untuk seorang Muslim yang ingin berhenti merokok, sebaiknya membaca:

“Rabbana innana amanna fa-ghfir lana dzunubana wa-qina `adzaba al-nar”. Surat Aal `Imran (3:16)

Mengenai perkataan yang Anda dengar dari Habib Anis, penjelasan terbaik, insya-Allah berasal dari Habib Nawfal Aydrus sendiri karena beliau merupakan murid langsung dari Habib Anis.

Langkah pertama dalam suluk adalah untuk mencintai dan percaya terhadap Syekh dan untuk berkumpul bersamanya ketika beliau datang ke daerahnya, menghadiri majelisnya, mendukungnya, dan menolongnya dan menolong orang-orang yang berada di sekelilingnya. Jika tidak mampu seperti itu, maka ikutilah dari kejauhan, ketahuilah di mana beliau berada, dan apa yang dilakukannya, dan dengarlah nasihatnya dan terapkan apa yang beliau nasihatkan. Kemudian Syekh sendiri yang akan mengarahkan murid itu menuju langkah berikutnya.

Tata cara atau kayfiyya dari wazifa adalah dengan membacanya dengan tulus (ikhlas) dan dengan penuh kejujuran (shidq), jika memungkinkan duduklah menghadap qiblat dalam keadaan berwudu di tempat yang bersih yang difungsikan sebagai masjid di rumah dan lakukan sebelum fajar atau di waktu lainnya, atau jika tidak lakukan di mana pun bahkan ketika sedang dalam perjalanan.



Hajj Gibril Haddad

http://eshaykh.com/sufism/understanding-suluk/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: