Puasa



Pertanyaan:

Assalamou alaikoum,

Seorang wanita hamil tidak bisa berpuasa di bulan Ramadan sepenuhnya, kemudian setelah itu ia menyusui bayinya selama kurang lebih dua tahun. Ia bisa mengganti puasanya yang terlewat selama atau setelah periode menyusuinya selesai, tetapi ia tidak melakukannya. Sekarang ia mulai mengganti puasanya yang terlewat. Pertanyaannya adalah karena ia mengganti puasanya tidak pada waktunya, apakah ia harus membayar (fidyah) untuk setiap hari yang dilewatkan? Dan jika ya, berapa yang harus ia bayarkan setiap harinya? Jazakoum alahou khayeran wassalam



Jawaban:

Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim,

wa `alaykum salam,

Ya, ia harus membayar fidyah. Untuk tahun pertama yang ia lewati sampai Ramadan berikutnya tiba, ia harus membayar fidyah untuk setiap hari yang dilewatinya sejumlah “mudd” (750 gram) makanan pokok di tempat di mana ia tinggal (misalnya, nasi, gandum, barley). Jika ia tidak mengganti puasanya hingga Ramadan berikutnya, jumlahnya menjadi dua kali lipatnya.

Allah Maha Mengetahui.



Muhammad Razib

http://eshaykh.com/ibadat-worship/siyam-fasting/fasting/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: