Tidak Ada yang Namanya Rokok Sehat


As-Salamu ‘alaykum,

Saya terkejut ketika membaca koran pada hari ini yang memberitakan bahwa ada suatu persantren yang dipimpin oleh seorang syekh (dan juga kyai) di Indonesia yang mengajarkan murid-muridnya untuk membuat rokok sehat, mereka mengatakan bahwa mereka menggunakan banyak herbal yang bermanfaat bagi manusia. Sekarang bisnis mereka berkembang pesat dan omzetnya telah mencapai 2.5 milyar rupiah. Mereka menamakan rokoknya, Rokok Sin, yang menurut mereka artinya adalah rokok sehat.

Jadi, apa ini? Menurut pendapat saya, semua rokok adalah berbahaya dan tidak

baik bagi kesehatan kita dan Mawlana tidak pernah suka dengan orang-orang yang merokok. Mohon petunjuknya.

jazzakAllah khayr

Jawab:

Setiap orang kini tahu bahwa rokok mengandung racun dan berbagai mazhab fiqh dengan suara bulat sepakat mengatakan bahwa merokok dikategorikan haram. Namun demikian di beberapa negeri Muslim, mereka menganggap bahwa tembakau merupakan industri yang sangat menguntungkan sehingga mereka ragu-ragu untuk memeranginya. Mereka tidak meletakkan gambar-gambar yang menyeramkan pada kemasan rokok atau menaikkan pajak tembakau seperti yang dilakukan pemerintah negara-negara Muslim tetangganya. Setan menggantungkan ketakutan akan kemiskinan di depan mata orang-orang untuk membutakan mereka terhadap Kemurahan Allah dan menulikan telinga-telinga mereka terhadap Perintah-Nya: {Setan

menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan;

sementara Allah menjanjikan kamu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah

Mahaluas lagi Mahamengetahui} (2: 268). Oleh karena itu budidaya tembakau

dipromosikan di lahan-lahan Muslim tertentu sebagai “insentif ekonomi” yang

palsu. Di Brunei Darussalam ‘Perintah Kerajaan’ yang dikeluarkan pada upacara

pembukaan ‘Seminar Internasional mengenai Tembakau atau Kesehatan’ pada 11 Juli 2002 menyimpulkan dilema ini dengan baik: “Apakah kita ingin bertahan secara ekonomi dengan rokok, yang mempunyai banyak alternatif, atau apakah kita memilih satu yang tidak mempunyai alternatif, yaitu menjaga kesehatan dan menyelamatkan nyawa?” Artinya: hidup dan kesehatan tidak bisa dikompromikan dan setiap orang setuju bahwa rokok berbahaya; jadi pertama adalah menghilangkan tembakau dan rokok; baru kita dapat berdiskusi tentang alternatif perekonomian.

Sangat-sangat disayangkan bahwa Setan mengerahkan bahkan ulama tertentu di beberapa bagian dunia ini untuk membela rokok. Jika mereka sendiri mempunyai kepentingan ekonomi dalam industri rokok, atau mereka sudah kecanduan dan berusaha untuk membenarkan diri mereka, maka pendapat mereka tentang hal ini adalah tanpa pertimbangan dan kita memohon agar Allah mengampuni mereka dan memberi mereka hidayah. Selain itu, satu-satunya alasan mereka adalah bahwa mereka terjebak di masa lalu. Di masa lalu, artinya 30-40 tahun yang lalu hingga 400 tahun yang lalu, orang-orang dimaklumi jika mereka menganggap rokok adalah mubah atau paling buruk makruh. Fatwa lunak seperti itu memang diriwayatkan dari beberapa Fuqaha terbesar dari keempat mazhab. Sayang sekali, Dr. Ali Gomaa mengatakan bahwa Syekh Ya Sin al-Fadani (1907-1991), salah satu ulama terpenting Indonesia di Mekah, biasa merokok di tengah pembacaan hadis! Dan almarhum mursyid Tarekat Jerrahi-Khalwati di Istanbul, Syekh Muzaffar Effendi (wafat tahun 1985), juga merupakan perokok berat dan juga banyak yang lainnya.

Namun demikian, kini kondisinya telah berubah drastis karena kita semua tahu,

tanpa diragukan lagi, bahkan oleh bukan spesialis, bahwa rokok sangat berbahaya baik bagi perokok maupun bukan perokok (perokok pasif) karena berada di lingkungan perokok. Kita tahu bahwa bahkan sebatang rokok sehari mempunyai resiko terkena penyakit jantung. Lebih jauh lagi, tidak ada opini medis yang megatakan bahwa rokok memperkuat organisme tetapi semua setuju bahwa ia melemahkannya. Jadi fatwanya adalah haram dengan alasan terhadap larangan menyakiti diri sendiri dan orang lain (la darar wa-la dirar) dan larangan terhadap “suatu zat yang meracuni atau melemahkan” (nahaRasulullah salla Allah `alayh wa-sallam `an kulli muskirin wa-mufattir). Dan tidak ada alasan apa pun dengan mengatakan bahwa bahkan Awliya membelanya, seperti Syekh Abd al-Ghani al-Nabulusi atau Syekh Ahmad Harun dan lain-lain, karena seperti yang kita katakan mereka hidup di dunia (masa) yang berbeda dan jika mereka menghadapi apa yang kita ketahui sekarang, mereka akan menjadi yang pertama untuk mengatakan bahwa fatwa tentang tembakau sekarang—baik mengisapnya (merokok), menjual, memproduksi atau menanamnya—itu adalah sepenuhnya murni terlarang.

Adapun pernyataan setani bahwa rokok tertentu adalah sehat dan mengandung herbal bermanfaat, ini adalah apa yang diakui oleh Haji Jamahri, penemu rokok kretek atau rokok cengkeh, seratus tahun yang lalu. Menurutnya rokok kretek dapat membantu menyembuhkan penyakit pernapasan seperti asthma! Sisanya adalah cerita belaka: kini rokok kretek diproduksi secara besar-besaran dan diisap oleh perokok Indonesia, yang 63% adalah pria; tidak ada efek positif sama sekali terhadap asthma, malah para ilmuwan Indonesia telah menemukan bahwa rokok kretek mempunyai kandungan tar dan nikotin yang lebih tinggi daripada rokok putih, dan eugenol yang terkandung dalam cengkeh mempunyai efek anastesi yang membuat perokok mengisap rokoknya lebih dalam, yang membuat sakitnya menjadi dua kali lipat! Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Mungkin slogan rokok cengkeh (kretek) sudah kadaluarsa sehingga mereka datang dengan slogan baru dengan “menggunakan banyak herbal” dan itu semua adalah kebohongan yang didaur ulang seperti di masa lalu, yang dapat kalian verifikasi dengan melihat pada “Daftar tanaman yang digunakan untuk merokok” di Wikipedia.



Ironisnya, sekarang Indonesia berusaha kuat untuk melobi agar rokok kretek dapat didistribusikan secara masal di Amerika Serikat sehingga secara ekonomi akan sangat menguntungkan, artinya akan lebih banyak orang yang terjebak dalam kebohongan beracun ini.

Di masa kita, sebagaimana dokter setuju bahwa konsekuensi medis dari rokok adalah nyata dan mengerikan, sama halnya para Awliya memperingatkan bahwa konsekuensi spiritual dari rokok adalah nyata—karena ia menanamkan arogansi setani, ketidaksabaran, kemarahan dalam diri perokok—dan kami mendengar dari guru-guru kami bahwa menjelang sakaratul maut, lidah perokok akan kaku untuk mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH. Wahai orang-orang beriman, Nabi kalian (s), tidak ingin melihat kalian mempunyai “wajah perokok” dan hati yang gelap, tetapi beliau (s) ingin kalian agar mempunyai “wajah yang cerah” lahir dan batin!



Bahaya spiritual dari rokok di masa kita tidak bisa dipoles dengan ketidaktahuan nenek moyang kita di masa lalu. Mawlana Syekh Nazim (q) bersikukuh sejak pertama kali kami mendengar beliau berkata tentang topik ini: Rokok adalah dari Setan. Suatu ketika seorang Wali Besar Yaman dari Mombasa, Kenya, Habib Ahmad Masyhur bin Taha al-Haddad (1907-1995) ditanya: “Apakah Habaib sependapat dengan Wahhabi tentang suatu masalah di antara masalah-masalah yang kontroversial?” Beliau menjawab, “Ya! Rokok adalah HARAAAAAM!” Di antara keturunan Nabi (semoga berkah dan kedamaian senantiasa tercurah kepada beliau dan keluarganya), ini adalah qudwa kita dan kepemimpinan yang kita ikuti dalam hal yang khusus sebagaimana topik-topik lainnya; bukannya orang dibiarkan pada kecanduan dan perilaku yang tidak terkontrol. Jadi kita katakan kepada saudara-saudara kami untuk mengecek siapa mursyid kalian dan siapa yang kalian ikuti dan patuhi!

Semoga Allah (swt) menjaga kalian dan kita semua dalam fitrah dari Nabi-Nabi-Nya yang suci, dan orang-orang yang murni dan saleh di dunia dan akhirat, dan semoga Dia menjadikan kata-kata terakhir kita di dunia adalah LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUN RASULULLAH.

Was-Salam,

GF Haddad

http://eshaykh.com/halal_haram/healthy-cigarette/

About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: