Memakai Turban di Muka Umum

Pertanyaan:

Asalaam alaikum guru-guru tercinta,

Saya tinggal di sebuah kota yang cukup besar di Barat—apakah saya harus memakai turban sepanjang waktu, termasuk ketika saya berjalan di jalan, dll atau saya hanya memakainya di rumah untuk salat, zikir dll? Saya senang dengan ide menutupi rambut saya, untuk menghormati istri saya dan juga untuk menunjukkan betapa indahnya busana tradisional Muslim, tetapi dengan mempertimbangkan karier saya dan juga pandangan masyarakat terhadap Islam, saya menjadi tidak yakin bagaimana keputusan terbaik? Tolong beri saya petunjuk, saya memerlukan pertolongan dan dukunganmu.

Semoga Allah memberkatimu dan memberi kesehatan yang baik dan lebih banyak kekuatan dan lebih banyak hikmah, insya Allah.

Jawaban:

Kita semua senang memakai turban di mana Nabi (s) menyebutkan pentingnya (memakai turban) dalam Sahih Bukhari dan kitab hadis lainnya. Tetapi dalam situasi sekarang kita menghadapi adanya Islamisme dan ekstrimisme, maka lebih baik memakainya di rumah saja dan ketika Anda pergi bekerja, Anda pergi sebagai orang biasa seperti orang-orang lainnya. Anda tidak ingin adanya pelecehan atau bias atau tuduhan yang tidak benar terhadap Anda.

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

fa man idturr ghayr baaghin wa la `aadin fala itsma `alayhi inna Allaha ghafuurun rahiim.

Tetapi jika orang berada dalam keadaan terpaksa, tanpa ia menginginkannya dan ia tidak melampaui batas—maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Baqara, 2:173)

Orang yang terpaksa tidak berdosa. Ketika kita berada dalam situasi di mana untuk melakukan sesuatu bukannya membawa kebaikan, tetapi sebaliknya menimbulkan dampak yang tidak baik, apalagi membahayakan diri seseorang atau orang lain, maka kita tidak boleh melakukannya.

Dalam situasi ini, Anda menerapkan prinsip fiqh Islam: الضرورات تبيح المحظورات al-darurah tubiih al-ma`zhurat, “sesuatu yang dilarang menjadi diperbolehkan karena keperluannya (keadaan darurat).” Karena Anda tidak tinggal di negeri Teluk atau di Sub-benua atau bahkan di negeri Muslim di mana kalian bisa memakai apa yang Anda suka tanpa menimbulkan komentar apa pun, maka Anda harus berhati-hati. Anda tidak ingin menarik perhatian yang tidak diinginkan

oleh Anda sendiri.

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani

http://eshaykh.com/hadith/wearing-turban-in-public/



About Nazimiyya Indonesia

Naqshbandi Nazimiyya Indonesia adalah sebuah organisasi non profit yang mewadahi kegiatan jemaah Tarekat Naqsybandi Nazimiyya di Indonesia, di bawah bimbingan Mursyid Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) dan khalifahnya, Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q).

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: